Pahami nilai Pancasila, Tingkatkan Toleransi antar Suku

0
290
views

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA-Untuk mengingatkan kembali nilai-nilai Pancasila untuk meningkatkan toleransi antar suku agama menuju Lampung yang damai dan sejahtera, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lampung Selatan menggelar dialog nilai pancasila bersama dengan puluhan mahasiswa serta masyarakat, di Aula Kantor Kesbangpol setempat, Senin (27/2).

Kabid Politik Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Lampung Selatan Ismed Darmanto menjelaskan bila, Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi negara untuk mengatur penyelenggaraan negara. Dimana, kedudukan Pancasila sebagai dasar negara secara yuridis konstitusional dalam UUD 1945.

“Pancasila ini merupakan cita-cita hukum dan norma hukum, yang menguasai hukum dasar Negara Republik Indonesia dan diatur dalam Pasal-pasal UUD 1945 serta diatur dalam peraturan perundang-undangan,” jelas dia.

Lebih lanjut dikatakan dia, bila Pancasila merupakan suatu konsep yang didalamnya sebagai pegangan untuk mencapai tujuan bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila sebagai suatu ketetapan bagi seluruh warga negara Indonesia, seperti yang telah kita ketahui bahwa warga Indonesia memiliki kewarganegaraan yang kompleks baik dalam budaya, ras, warna kulit, Agama dan lain sebagainya. oleh karenanya, untuk mencapai tujuan bangsa, Indonesia harus bersatu membentuk kekuatan sehingga dapat rukun, damai kuat dan dinamis untuk mempersatukan Indonesia.

“Pancasila ini dijadikan sebagai suatu pegangan yang mengatur pola pikir warga negara, agar bisa mencapai tujuan yang telah tertera dalam Pembukaan UUD 1945,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua STIH Kalianda Subagiyo mengungkapkan bila pentingnya dialog kebangsaan dalam konteks multikultural dalam bentuk budaya adalah perbedaan antara peradaban tidak hanya riil, tetapi juga mendasar.

“Dunia makin menyempit, interaksi beda peradaban makin meningkat. Modernisasi ekonomi dan sosial dunia semakin menjadi-jadi, sehingga identitas lokal menjadi lemah, sehingga perlu ditanamkan kembali nilai-nilai Pancasila yang berupa nilai-nilai adat-istiadat kebudayaan serta nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kasdim 0421 Mayor Inf Anwar mengangap, bila salah minimnya pemahaman terhadap Pancasila ini dikarenakan lunturnya rasa nasionalisme masyarakat. Sehingga sangat mudah diadu domba dalam kepentingan pribadi dan politik.

“Salah satu upaya mengatasi persoalan ini, kita harus memiliki jati diri yang kuat sesuai dengan budaya yang ada. Sekarang ini, (mata) pelajaran tentang Pancasila hanya sebagai pelngkap kurikulum pendidikan formal, sehingga Ia (Pancasila) bukan lagi dijadikan senjata ampuh untuk pemersatu bangsa. Maka dari itu, perlu ditanamkan kembali tentang nilai-nilai Pancasila kepada para generasi muda sebagai penerus bangsa,” pungkasnya.(jhn)