. . .

Pagar Pemkot Dicoret-Coret, Satpol PP: Akan Kita Selidiki Pelakunya

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Aksi vandalisme atau coret-coret tembok oleh orang tak bertanggung jawab menimpa pagar depan Pemkot Metro. Pagar pemkot Metro yang sebelumnya bersih, menjadi tak sedap dipandang setelah tertera coretan dengan cat sempot bertulis ‘XTC’. Sontak hal ini mendapat perhatian serius dari kalangan masyarakat.

Belum jelas siapakah pelaku coret-coret tersebut. Namun, pihak Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Metro menyesalkan kejadian tersebut. Satpol PP Kota Metro juga menghimbau kepada masyarakat jika melihat pelaku pencoretan untuk melapor Ke Markas Satpol PP Metro.

Satpol PP juga berencana akan menyelidiki siapa pelaku coret-coret di tembok pagar Pemkot Metro ituitu. “Ya akan kita tindak lanjuti. Tapi kita harus tahu betul, jangan sampai salah tangkap. Kalau masyarakat ada yang melihat aksi itu lapor saja biar langsung kita tangkap pelakunya,” kata Imron selaku Kasatpol PP saat dihubungi, Minggu (29/7/2018).

Menurutnya Sat Pol PP akan terjun ke lapangan bila ada laporan dari masyarakat. “Yang pasti harus ada laporan. Laporannya jelas A1, agar kita bergerak tepat sasaran,” imbuhnya.

Imron menambahkan di tubuh Satpol PP juga terdapat inteligen yang selalu bergerak setiap waktu. “Kalau dari jajaran kami atau intel kami melihat aksi-aksi serupa langsung kami tangkap, kalau ranahnya ke pidana kita bekerjasama dengan pihak kepolisian,” kata Imron.

Dari pantauan tak hanya di pagar Pemkot Metro saja yang dicoret-coret orang tak bertanggung jawab. Beberapa titik juga mengalami hal serupa. “Kita chek besok, setahu saya di sekitar MCC ditulisi juga, di seng-seng itu. Pokoknya kita selidiki,” kata Imron.

Aksi coret-coret itu menimbulkan kegeraman di kalangan masyarakat. Motel (30) pegiat Mural Arts mengatakan, hal tersebut dikhawatirkan memperburuk citra seniman mural di Kota Metro.

“Kami sebagai seniman murals yang memang spesialisasinya menggambar di kanvas datar dan lebar seperti dinding tentu kecewa dengan hal itu, karena itu mencoreng citra kami sebagai seniman dinding, kami khawatir itu nanti yang disalahkan komunitas mural atau gravitty, padahal bukan,” kata Motel yang juga founder komunitas gambar Sketsa Metro.

Irawan (24) warga Metro mengatakan,  aksi coret-coret itu sangat merugikan.  “Saya sebagai warga Metro malu. Kenapa wajah gedung pemkot yang bagus dikotori seperti itu, harusnya pelakunya meminta maaf,” tukasnya.  (suf/hkw)