Pacaran di Pantai Ketapang, Sepasang Sejoli Ditodong dan Pacar Digilir 4 Pelaku sambil Divideokan

0
753
views
TERSANGKA CURAS DAN PERKOSAAN: Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, didampingi Wakapolres Kompol M. Budhi, Kabag Ops Kompol. Aditya Kurniawan, dan Kasat Reskrim AKP Hendra Saputra mengamankan Mulyadi (35) yang merupakan tersangka curas Su dan S dan perkosaan terhadap S di Pantai Ketapang, Minggu (3/12) siang. (Foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Niat hati bermesraan dengan pasangan di Pantai Pekon Ketapang, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, Su (23) dan S (18) malah menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas). Usai menggasak harta benda sepasang kekasih asal Pekon Kelungu, Kecamatan Kotaagung, empat pelaku juga menggilir S yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas.

Pemerkosaan dan penodongan pada Su dan S, terjadi Minggu (3/12) sekitar pukul 13.00 WIB. Bejatnya, pemerkosaan dan pencabulan terhadap S, dilakukan di depan sang kekasih (Su) dan direkam menggunakan ponsel pintar S. Setelah menjadi korban kejahatan, Su dan S melapor ke Polres Tanggamus pada Senin (4/12) didampingi keluarga masing-masing.

Kapolres Tanggamus Ajun Komisaris Besar Polisi Alfis Suhaili saat memimpin ekspose kasus Kamis (7/12) pagi mengatakan, dalam waktu 1 x 24 Team Khusus Anti Bandit (TEKAB) 308 Polres Tanggamus berhasil menangkap Mulyadi (35).

Dia ditetapkan menjadi salah satu tersangka tindak pidana perkosaan/pencabulan bergilir serta pencurian dengan kekerasan (curas) dan pornografi. Selaian itu, polisi juga menetapkan tiga nama berinisial RA, RZ, dan IY ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan. Mulyadi bersama RA, RZ, dan IY adalah empat tersangka yang teridentifikasi merampas harta Su dan S serta merudapaksa S secara bergiliran.

“Tersangka Mulyadi ditangkap TEKAB 308 Polres Tanggamus pada Selasa (5/12) pukul 16.00 WIB di rumahnya. Saat ini kami baru berhasil menangkap satu tersangka dan menetapkan 3 rekan Mulyadi (RA, RZ, dan IY) dalam DPO,” ungkap Alfis Suhaili, didampingi Wakapolres Kompol M. Budhi Setyadi, Kabag Ops Kompol Aditya Kurniawan, dan Kasat Reskrim AKP Hendra Saputra.

Dasar penangkapan terhadap Mulyadi dan penetapan DPO pada tiga rekan tersangka, kapolres melanjutkan, sesuai dengan Laporan Perkara Nomor: LP/B-838/XII/2017/Polda Lpg/Res Tgms, tanggal 4 Desember 2017, tentang Pencurian dengan Kekerasan (Curas). Lalu Nomor: LP/B-839/XII/2017/Polda Lpg/Res Tgms, 4 Desember 2017, tentang Perkosaan atau Perbuatan Cabul.

Menurut Alfis Suhaili, kawanan jambret yang biasa beraksi di wilayah pantai Pekon Ketapang itu tergolong sadis. Bahkan saat ditangkap pun, Mulyadi masih melakukan perlawanan kepada petugas dan nyaris melukai petugas yang hendak menangkapnya.

“Saat hendak ditangkap, tersangka tidak koperatif dan berusaha melukai (petugas). Sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas di bagian kakinya,” tegas Alfis Suhaili.

Kronologis kejadian, kapolres menjelaskan, Mulyadi bersama RA, RZ, dan IY melakukan curas pada Su dan S dengan cara menodongkan senjata tajam jenis pisau garpu. Kala itu, Su dan S sedang duduk-duduk di pinggir pantai. Keempat pelaku lantas merampas ponsel Android jenis Samsung J1 Ace dan sepeda motor Honda Vario warna hitam lis merah milik korban.

Kemudian, beber Alfis, keempat tersangka membuka paksa pakaian sepasang kekasih itu di pinggir pantai. Lantas memaksa Su untuk menyetubuhi pacarnya, yaitu S. Sementara keempat tersangka asyik merekam perbuatan asusila itu menggunakan ponsel yang telah dirampas dari S.

“Setelah memvideokan perbuatan zina Su dan S tersebut, para pelaku mengancam akan menyebarkan video tersebut, apabila Su dan S tidak memberikan uang Rp5 juta kepada para tersangka,” jelas Alfis Suhaili.

Lantaran kedua korban tidak memiliki uang yang diminta dan tidak dapat memenuhi kemauan para tersangka, lagi-lagi S menanggung akibatnya. Remaja perempuan itu lantas disetubuhi dan dicabuli oleh keempat tersangka secara bergiliran.

“Akibat perbuatan para tersangka, S mengalami gangguan psikologi dan menderita kerugian material sebesar Rp7,5 juta,” papar kapolres.

Selain membekuk Mulyadi, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis pisau Garpu, pakaian milik Su dan S, bra milik S, sepeda motor Honda Vario milik korban Su, sepeda motor Honda Supra Fit milik pelaku bernomor polisi B 64443 EGY, dan satu unit ponsel Android Samsung J1-Ace warna putih.

Saat ini tersangka dan barang bukti ditahan di Mapolres Tanggamus. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi menjerat Mulyadi dengan pasal berlapis. Yaitu Pasal 365 KUHPidana Ayat (1), Ayat (2) ke-2, tentang Curas; Pasal 285 junto Pasal 289 KUHPidana tentang Perkosaan/Cabul;
dan Pasal 29, Pasal 32, Pasal 35 UURI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman maksimal masing-masing pasal 12 tahun penjara.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Tanggamus dan jajarannya mengimbau masyarakat agar selektif dan hati-hati saat memilih lokasi rekreasi di wilayah Tanggamus. Khususnya muda-mudi, diimbau menghindari tempat-tempat yang sepi.

“Kami mengimbau muda-mudi agar saat berekreasasi menghindari tempat sepi. Karena menjadi potensi gangguan, seperti tindak pidana tersebut,” imbau Alfis Suhaili. (ayp)