Orang Tua Ikhlaskan Kematian Terduga Teroris Asal Kotaagung

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Orang tua terduga teroris Muhammad Jefri (31) yang meninggal setelah ditangkap Dentasemen Khusus 88 Antiteror di Kabupaten Indramayu beberapa waktu lalu, buka suara seputar kematian anak mereka. Bertempat di Kantor Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung, Tanggamus, Mukri dan Mulyani yang merupakan ayah dan ibu Almarhum Muhammad Jefri menegaskan, mereka tidak akan menuntut pembongkaran liang lahat Muhammad Jefri untuk kepentingan autopsi dan dan lainnya.

Tak hanya itu, yang sangat mengejutkan adalah pengakuan Mukri, Mulyani, serta adik perempuan Muhammad Jefri (adik perempuan Muhammad Jefri). Mendadak pihak keluarga mengakui dengan gamblang bahwa Muhammad Jefri terlibat beberapa aksi terorisme.

“Pertama, terlibat aksi bom Thamrin pada tahun 2016. Kedua, terlibat rencana penyerangan bom di Tolitoli tahun 2017. Dan ketiga terlibat pelemparan bom di Mapolsek Bangkala, Makassar pada malam pergantian tahun 2018,” beber ayah Muhammad Jepri di hadapan awak media, Senin (19/2).

Mukri selaku orang tua Almarhum Muhammad Jefri mengaku, pihaknya percaya dengan hasil autopsi dokter Mabes Polri yang menyatakan bahwa kematian putranya, disebabkan oleh serangan jantung. Bukan akibat ditembak oleh Densus 88 Antiteror maupun akibat penyiksaan saat diinterogasi.

“Saya melihat langsung jenazah anak saya di Rumah Sakit Polri Keramat Jati. Dan tidak benar jika saya dilarang melihat jenazah. Berdasarkan keterangan dokter, anak kami meninggal karena serangan jantung. Untuk surat tertulis memang belum saya lihat, tapi saya percaya dalam waktu dekat surat itu dikirimkan,” ungkap Mukri.

Rusdi S.N. selaku perwakilan keluarga juga menuturkan, keluarga besar almarhum sudah ikhlas menerima kematian Jepri. Maka dari itu pihak keluarga menolak jika makam Almarhum Muhammad Jefri dibongkar untuk kepentingan autopsi dan lainnya.

“Keluarga sudah ikhlas menerima, mungkin ini sudah jalannya (Jefri). Jadi kami dengan tegas menolak apabila ada pihak yang ingin agar makam (Jefri) dibongkar untuk diautopsi atau yang lainnya,” tegas Rusdi.

Diberitakan Trans Lampung sebelumnya dilansir dari poskotanews.com, Muhammad Jefri ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri bersama istrinya yang berinisial ASN (17) di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Cipancuh, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Rabu (7/2). Dia disergap sekitar pukul 08.15 WIB dan tidak melakukan perlawanan.

Adapun Jefri dan istrinya diduga sebagai anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) binaan Ali Hamka yang kini berstatus narapidana kasus terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. (ayp)

 

 

News Reporter