Optimalisasi 86 Objek Wisata Tanggamus, OPD “Keroyokan” Bidani Perbup Kepariwisataan

0
349
views
BAHAS PERBUP PARIWISATA: Sekwan Tanggamus Suratman dan Kepala BAPPEDA Hendra Wijaya Mega bersama perwakilan dari OPD stakeholder terkait saat rapat 'keroyokan' membahas Perbup tentang Pengembangan Terpadu Kepariwisataan di Kabupaten Tanggamus Kamis (9/11), demi optimalisasi 86 objek pariwisata yang sekarang belum tergarap maksimal. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Pengembangan dan optimalisasi sektor pariwisata, benar-benar menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Demi mewujudkan hal itu, sangat dibutuhkan sinergi dan dukungan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Tanggamus. Sudah saatnya masing-masing OPD melepaskan ego sektoral dan melebur menjadi satu, demi kemajuan pariwisata di Bumi Begawi Jejama.

Tekad dan komitmen saling bersinergi itu terungkap saat Rapat Pembahasan Draft Peraturan Bupati (Perbup) Tanggamus tentang Pengembangan Terpadu Kepariwisataan di Kabupaten Tanggamus. Rapat stakeholder terkait kepariwisataan dilaksanakan di rruang Ketua DPRD Tanggamus, Kamis (9/11) sore.

Hadir dalam rapat, Sekretaris Dewan Suratman, Kepala BAPPEDA Tanggamus Hi. Hendra Wijaya Mega, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Supardi Syarkawi, Sekretaris Dinas Pariwisata Eko Turyono, Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Ahmad Yani, dan perwakilan dari Bagian Hukum Setkab Tanggamus Andi Kholil.

Suratman mengatakan, Kabupaten Tanggamus memiliki potensi menjadi daerah tujuan pariwisata. Sayangnya, ada 86 objek pariwisata yang sampai saat ini belum terkelola secara maksimal.

“Wisata yang belum terkelola itu, rinciannya wisata bahari 35 objek, wisata alam 14 objek, wisata alam buatan 5 objek, wisata alam tirta 36 objek, dan wisata budaya ada 5 objek. Ini kalau dikelola secara maksimal maka akan meningkatkan income bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita,” kata Suratman.

Dia mengakui, pembangunan pariwisata di Kabupaten Tanggamus selama ini belum begitu signifikan. Hal itu, menurut dia, lantaran OPD terkait selama ini masih mengedepankan ego sektoral sehingga terbatas bagi OPD lain.

Nah ‘keroyokan’ dari OPD terkait ini merupakan inovasi kami, agar Kabupaten Tanggamus lebih cepat dalam pengembangan pariwisata dengan mengikutsertakan OPD. Tujuannya, kalau dilakukan bersama, maka akan semakin cepat,” ungkap Suratman.

Agar OPD terkait dapat berkontribusi dalam pengembangan pariwisata, dia menegaskan, maka diperlukan payung hukum sehingga kepariwisataan di Tanggamus memiliki regulasi yang jelas.

“Ini diawali dengan perbup, nantinya berlanjut menjadi rancangan peraturan daerah (ranperda) inisiatif DPRD. Harapan kami dengan adanya rapat ‘keroyokan’ ini, bisa ada masukan dari OPD,” terang Suratman.

Hendra Wijaya Mega, menyambut positif adanya perbup mengenai pengembangan pariwisata di Tanggamus ini. Sebab menurut dia, saat ini perbup pariwisata baru untuk Kawasan Wisata Muara Indah. Sedangkan perbup yang saat ini sedang dibahas OPD, akan diterbitkan ini untuk mencakup semua objek pariwisata di Tanggamus.

“BAPPEDA Tanggamus menyambut positif wacana perbup pariwisata ini. Karena bagian misi dari Tanggamus, yakni pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Wujud dukungan kami yakni dari sisi penganggaran, baik di APBD 2018 maupun 2019. Begitu juga dengan rencana kerja (renja) yang disesuaikan,” tegas Hendra seraya meminta dukungan peran media dalam pengembangan pariwisata. (ayp)