. . .

Oknum Kepala Daerah Pimpin Aksi Penjarahan di Palu

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Sudah 101 pelaku penjarahan di lokasi gempa di Sulawesi Tengah diamankan pihak kepolisian. Mirisnya, aksi penjarahan ada yang dipimpin oleh oknum kepala daerah.

Kepala Biro Humas (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menangkap sebanyak 101 orang penjarah di lokasi gempa Sulawesi Tengah. Tiga orang pelaku terpaksa ditembak karena mencoba melawan petugas saat akan ditangkap. Dari para pelaku, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya berupa uang tunai, golok, truk pick up dan brankas.

Menurut Dedi para pelaku memiliki jaringan yang dipimpin oleh oknum kepala desa di luar Kota Palu. ‘’Sampai saat ini sudah 101 pelaku penjarahan yang kita tangkap. Mereka ini ada kelompoknya, kelompok Tolitoli yang dipimpin oleh oknum kepala daerah. Dari luar Kota Palu,’’ kata Dedi saat dihubungi FIN, Senin (8/10).

Lebih lanjut Dedi menambahkan, para pelaku ini telah melakukan penjarahan di berbagai fasilitas umum yang ada di lokasi gempa dan tsunami. ‘’Pelaku ini sudah meresahkan masyarakat. Mereka (pelaku) melakukan penjarahan di berbagai fasilitas umum seperti minimarket, gudang elektronik, ATM, kios dan lain-lain,’’ tambahnya.

Dedi memastikan, jika para pelaku penjarahan ini merupakan resedivis dan ada beberapa narapidana dari Lapas Petobo yang kabur saat gempa terjadi. Para pelaku sendiri yang kini diamankan di Polres Palu dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Terkait kondisi Kota Palu, Dedi mengatakan sudah berangsur-angsur normal. Aktivitas perkantoran serta pasar mulai berjalan seperti biasa. ‘’Sebagian sudah berjalan normal. Sedangkan untuk ratusan korban gempa dan tsunami lainnya yang masih hilang, masih dalam proses pencarian,’’ pungkasnya. (AF/FIN/tnn)