. . .

OJK Diminta Terus Edukasi Masyarakat Terkait Program Laku Pandai

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, LAMPUNG – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Junaidi Auly meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus mengedukasi masyarakat khususnya di pedesaan terkait program laku pandai. Menurutnya, program laku pandai cukup bagus dalam mengenalkan masyarakat kepada aktifitas layanan perbankan.

“Program ini diharapkan dapat melancarkan kegiatan ekonomi masyarakat akar rumput sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di desa-desa,” ungkap Junaidi dalam agenda sosialisasi program Laku Pandai pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Labuan Ratu, Lampung Timur. (28/8/2018)

Perlu diketahui, Laku Pandai disingkat dari Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif, yaitu Program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank), dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi.

Agen Laku Pandai per Desember 2017 sebanyak 740.121 Agen dan 25 Bank Umum penyelenggara dan 2 BU Syariah dengan jumlah nasabah sebanyak 13.645.396, angka tersebut naik dari Desember 2016 sebanyak 275.911 agen dengan jumlah nasabah 3.700.215.

“Dari data tersebut, baru ada 2 BU Syariah yang melakukan laku pandai, saya berharap OJK mendorong bank syariah lainnya untuk melakukan laku pandai, karena masyarakat harus diberikan alternatif yang luas terhadap jasa keuangan yang mereka inginkan,” kata Anggota yang biasa disapa Bang Jun ini.

Bang Jun menambahkan, keamanan dana nasabah yang disetorkan ke agen laku pandai harus dipastikan aman karena ini tahapan yang penting untuk keberlangsungan program laku pandai.

Selain itu, agen laku pandai masih memiliki keterbatasan operasional seperti ketersediaan sinyal, pendanaan dan peralatan yang tidak memadai.

“Agen laku pandai jangan dibiarkan sendiri, disini diperlukan bantuan baik dari perbankan maupun lembaga lainnya untuk menyelesaikan permasalahan operasional ini sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan,” tutup Anggota DPR Dapil Lampung II ini.