. . .

OJK Beberkan Keuntungan Investasi Indonesia

image_print

TRANSLAMPUNG.COM – Ketua Dewan Komisionner OJK Wimboh Santoso memaparkan sejumlah daya tarik keuntungan berinvestasi di Indonesia, kepadapara pengusaha dan investor dari Inggris termasuk pembangunan infrastrukturyang sedang digenjot Pemerintah.

Wimboh menyampaikan hal itu dalam acara The Indonesia Infrastructure Investment Forum 2018 di London yang diselenggarakan oleh BKPM, KBRI London dan Bank Indonesia, Jumat waktu setempat.

Forum dengan topik Indonesia Infrastructure Projects Investment and Financing Opportunities, mengundang sekitar 100 investor dari Inggris Raya untuk mendengar lebih detail kondisi Indonesia dan alternatif investasi yang tersediauntuk berinvestasi khususnya pada pembangunan infrastruktur.

Dalam kesempatan itu, Wimboh menyampaikan bahwa Indonesia dengan berbagai kelebihan dan keunikannya menyimpan kesempatan yang besar bagi investor mancanegara termasuk Inggris Raya untuk berinvestasi atau menambah investasinya di Indonesia, baik melalui foreign direct investment atau investasi portofolio di pasar modal.

Wimboh mengundang investor dari Inggris Raya untuk ambil bagian dalam investasi ini. “Saya kurang puas dengan Inggris hanya diperingkat 11 investasi terbesar di Indonesia kalah dari Belanda yang diperingkat 7, saya ingin Inggris jadi di peringkat yang pertama,” ujarnya.

Wimboh menyampaikan enam alasan utama keuntungan berinvestasi diIndonesia, yaitu pertama, kondisi ekonomi Indonesia saat ini sangat solid. Sektor jasa keuangan juga dalam kondisi sehat dan memiliki kapasitas untuk tumbuh.

Kedua, semua lembaga pemeringkat global telah memperbaiki sovereign ratingIndonesia menjadi investment grade status. Baru-baru ini, lembaga pemeringkat Jepang R & I juga meningkatkan peringkat Indonesia dari BBB- ke BBB, menyusul Fitch and Japan Credit Rating Agency.

Ketiga, indeks daya saing global Indonesia juga meningkat dari 41 di tahun 2017,sampai 36 di tahun 2018. Keempat, dalam laporan Ease of Doing Business 2018 di Bank Dunia, Indonesia naik 34 posisi ke posisi 72, dari posisi 91 pada 2017.

Kelima, khususnya Indeks Infrastruktur Transportasi yang dikeluarkan olehForum Ekonomi Dunia, peringkat Indonesia juga meningkat sebagai hasil pembangunan infrastruktur masif, dari posisi ke-36 pada 2017 sampai 30 pada tahun 2018.

Dan yang terakhir, US News baru baru ini juga menjadikan Indonesia sebagaitujuan investasi paling menarik kedua di dunia berdasarkan survei yang diikutioleh 21.000 responden dari 80 negara.

OJK bersama dengan Pemerintah dan Bank Indonesia memiliki komitmen yangbesar untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia, menyediakan beragam instrumen keuangan untuk pembiayaan infrastruktur seperti sekuritisasi aset/future income, green bonds, perpetual bonds dan obligasi daerah. (ynk/ynk/tnn)