. . .

Nuzul Irsan: Semua Pihak harus Hati-Hati, Nama Saya sering Dicatut!

image_print
Cawabup Tanggamus, Hi. Nuzul Irsan, S.E.
(Foto: NET)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Lantaran namanya dicatut oleh dua narapidana dari dalam “hotel prodeo”, Calon Wakil Bupati Tanggamus Hi. Nuzul Irsan, S.E. mengaku sangat dirugikan.

Supaya Anda paham, wajib klik juga berita awalnya: Catut Nama Cawabup Tanggamus, 2 Napi Tipu 4 Korban dari dalam Rutan Kotaagung

Terlebih aksi pencatutan nama untuk menipu tersebut, dilakukan dua pelaku di tengah kencangnya pusaran arus politik Bumi Begawi Jejama. Pun demikian, cawabup nomor urut 2 itu juga berterimakasih pada Polres Tanggamus dan jajaran yang dengan sigap mengungkap perkara ini.

MENIPU DARI DALAM RUTAN: Inilah dua narapidana dari Rutan Kotaagung, Reza Falepi (26) (kaos kuning) dan Muslimin (34), yang kini menjadi tersangka penipuan empat korban, dengan mencatut nama salah seorang Cawabup Tanggamus. (Foto-foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS)
Pernyataan itu disampaikan Tim Pemenangan Pasangan Calon Samsul Hadi-Nuzul Irsan (SAM-NI), Hilman Saleh. Menurut dia, akibat aksi dua narapidana di Rumah Tahanan Kotaagung, Nuzul Irsan mengalami kerugian imateriil berupa pencemaran nama baik.

“Itu kerugiannya Beliau (Nuzul Irsan, Red). Dan lebih kasihan lagi keempat korban yang sampai mengalami kerugian sejumlah uang. Beruntung, aparat dari Polres Tanggamus, terutama Tim Khusus Black Dolphin bisa sigap membongkar kedok kedua pelaku. Udo Nuzul sangat berterimakasih,” ungkap Hilman Saleh via chatting WhatsApp.

Jika tidak segera terungkap pelakunya, dia melanjutkan, kerja Nuzul Irsan sebagai cawabup mendampingi Samsul Hadi, bisa saja terhambat. Hilman Saleh juga tak menampik, bahwa aksi penipuan dengan mencatut nama mantan Anggota DPRD Tanggamus itu, sudah acapkali terjadi.

ALAT MENIPU: Inilah dua unit telepon seluler yang digunakan kedua napi untuk menipu dari balik jeruji Rutan Kotaagung.
Dihubungi terpisah ikhwal pencatutan namanya, Nuzul Irsan berharap, kedua pelaku bisa diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Cawabup ber-tagline SEHATI itu juga mengakui, namanya sudah sering disalahgunakan.

“Sudah sering (nama saya dicatut) begitu. Mulai dari untuk minta sumbangan, pesan katering makanan di rumah makan, bahkan sampai orientasi uang begini. Saya tegaskan, saya nggak pernah dan nggak mau meminta-minta begitu. Jadi saya imbau semua pihak, harus waspada,” tegas putera daerah Kecamatan Bandarnegeri Semuong itu, seraya mengucapkan terimakasih pada Polres Tanggamus.

Diberitakan translampung.com sebelumnya, Tim Khusus Black Dolphin Polres Tanggamus berhasil mengungkap kedok dua narapidana Rutan Kotaagung, Reza Falepi (26) dan Muslimin (34) alias Liming, Rabu (16/5) sekitar pukul 13.00 WIB. Keduanya terbukti sukses mengelabui empat korban dan mengeruk uang korban menggunakan nama Cawabup Nuzul Irsan dari balik bui.

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma Jemy Karang, melalui Kasatreskrim AKP Devi Sujana yang memimpin langsung pengungkapan perkara ini menjelaskan, Reza Falepi yang merupakan warga Pekon Banjaragung, Kecamatan Limau memang “pemain lama” dalam hal tipu-menipu. Sebelum dijebloskan ke rutan, narapidana itu sudah pernah menipu sejumlah korban dengan mengaku sebagai anggota Buru Sergap (Buser).

“Sedangkan Muslimin alias Liming yang berasal dari Jalan Harapan Lantai Laut Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung itu, adalah narapidana perkara penyalahgunaan narkoba. Saat menipu korban dengan mencatut nama salah seorang Cawabup Tanggamus, kedua napi itu menggunakan dua telepon seluler yang mereka simpan di dalam bui,” beber kasatreskrim.

Keempat korban, antara lain adalah Verdirikus Sumarsono (46) warga Pekon Gisting Permai, dua warga Pekon Gisting Atas yaitu M. Ali Mansyur (45) dan Budi Heriyanto (37), serta Hi. M. Dimyati (60) warga Pekon Kotaraja Kecamatan Talangpadang. Para korban membuat laporan masing-masing.

SIMPAN ATM: Selain menyimpan ponsel, kedua napi juga bisa menyimpan kartu ATM berikut buku tabungan.
Tiga Laporan Perkara (LP) di polres dan 1 LP di Polsek Talangpadang. Dalam perkara ini, Devi Sujana melanjutkan, mengamankan barang bukti berupa 2 unit ponsel beserta SIM card dan kartu ATM Bank Rakyat Indonesia beserta buku tabungan.

“Kedua pelaku yang sudah berstatus narapidana tetap berada di Rutan Kotaagung. Sedangkan barang bukti kami bawa ke polres. Reza Falepi yang sebenarnya hampir bebas, dan juga Muslimin, harus lebih lama mendekam dengan ancaman pasal baru, yaitu Pasal 372 atau 378 dengan ancaman masing-masing empat tahun penjara,” tandas Devi Sujana. (ayp)