. . .

Program NUSP Kota Karang Raya Diduga Bermasalah

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Program peningkatkan kualitas pemukiman kumuh perkotaan oleh pemerintah pusat melalui Program Neighborhood Upgrading And Sheleter Project Phase 2 (NUSP-2) tahun 2018 yang di canangkan oleh Kementrian PUPR  di Kelurahan Kota Karang Raya Kota Bandarlampung diduga bermasalah.

Dalam pelaksanan program NUSP-2 yang ada dikelurahan Kota Karang Raya Kecamatan Teluk Betung Timur (TBT) Kota Bandarlampung yang di tangani oleh pihak Lembaga Kesuadayaan Masyarakat (LKM) di kelurahan tersebut memang sejak awal sudah di rencanakan untuk beberapa item pembangunan.

Namun sangat di sayangkan dalam program yang sudah di rencanakan ini beberapa masyarakat di kelurahan ini yang mengkomplin kegiatan pembanguan lataran dalam kegiatan ini masyarakat di buat susah karna banyak matrial di jalanan yang berserakan dan terkesan kumuh.

“Pekerjaan ini kurang lebih satu minggu ini tapi karna bayak pipa milik PDAM yang bocor air meluap kejalanan jadi kesannya di sini kumuh coba kalau belum adanya pekerjaan ini kondisinya tak separah ini ,”kata salah satu warga yang enggan namanya di sebut, Minggu (22/7/2018).

Menurutnya penyebab terjadinya kekumuhan mengakibatkan di protes oleh warga adalah pekerjaan pembuatan dranise sepanjang Jalan Teluk Bone II dengan panjang 670,30 M dan volume 185,17M3 yang di duga bermasalah pasalnya dalam pembuatan dranise ini yang jelas tujuannya untuk meningkatkan kualitas pemukiman kumuh perkotaan malah menambah kumuh.

“Mungkin saat penggalian dranise banyak sekali pipa milik PDAM yang bocor akibat penggalian dengan menggunakan Eksapator sehingga meluapnya air di jalanan akibat dari pipa utama milik PDAM yang bocor,”jelasnya.

Sementara itu selaku pelaksana kegiatan di lapangan Saipul saat di konfirmasi belum memberikan jawaban yang jelas terkait pelaksaan perkerjaan tersebut.

“Saya lagi rapat pleno di hotel ,”singkat Saipul melalui smsnya. (ydn)