Notaris – Dispenda Kota Bandarlampung Jangan Berantem, Kudu Duduk Bareng. Selesaikan Masalah, Tingkatkan PAD

0
484
views

translampung.com – Persoalan yang membelit notaris dan dispenda kota bandarlampung berimbas pada tidak tercapainya PAD dari sektor tersebut. Apalagi ini sudah menjadi aksi mogok seluruh notaris dan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) di Bandarlampung. Hal tersebut mendapatkan perhatian Ketua DPRD Kota Bandarlampung Wiyadi. Dia berharap kedua lembaga ini bisa duduk bersama. Sebab jika dibiarkan akan menghambat pemasukan pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut Wiyadi, aksi mogok lantaran arogansi Dinas Pendapatan (Dispenda) Bandarlampung yang seenaknya menetapkan biaya transaksi jual beli tanah.
“Yang ditakutkan warga yang ketempuhan karena mereka bayar, tapi sertifikasinya nggakkeluar-keluar. Ujung-ujungnya nanti mereka males mau ngurus tanah dan imbasnya ke PAD Bandarlampung,” bebernya, Senin (11/4).

Dia menceritakan kronologis yang menyebabkan aksi mogok terjadi. Ini karena ada pihak A yang menjual tanah kepada pihak B dengan harga misalnya Rp5 juta. Ketika dinotariskan maka transaksi ini akan terkena pajak.

Nah, hasil verifikasi Dispenda malah dikasih harga Rp7 juta yang ngebuat notaris maunggak mau bikin sertifikat dengan harga segitu. Ini kan lucu kok tarif ditentukan Dispenda, padahal tidak ada payung hukum,” urai dia.

Pihak notaris dan PPAT mengaku sudah sempat bertemu Dispenda beberapa waktu lalu. Namun hasilnya deadlock karena sebelum pertemuan selesai, Dispenda mengisntruksikan Bank Lampung tidak memproses transaksi pembayaran dari notaris dan PPAT sebelum keluar surat keterangan dari mereka.

“Untuk itu kita akan segera memanggil pihak Dispenda, Bank Lampung, dan OJK untuk memperdalam persoalan ini,” tukasnya. (nan/tnn)

LEAVE A REPLY