. . .

Nodai Bocah SD, Buronan Rampok Sadis Lintas Kabupaten Dibekuk di Gisting

image_print
BERHASIL DIAMANKAN: Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas bersama tim gabungan sesaat setelah berhasil mengamankan tersangka asusila terhadap bocah kelas III SD, yang ternyata tersangka juga buronan Jatanras Polda Lampung atas kasus perampokan di beberapa kabupaten. (Foto-foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Seperti “menolong seekor anjing liar yang terjepit.” Setelah ditolong, biasanya anjing tersebut justru mengigit penolongnya. Kira-kira itulah yang dialami Smd bersama istrinya, Spt. Pasangan suami-istri asal Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus itu, tak sadar sudah sekitar dua tahun hidup bersama “serigala berbulu domba”.

Adalah HR (60) terhitung masih kerabat Smd dan Spt. Sejak sekitar dua tahun silam, pria renta bertubuh kecil dan berkepala nyaris botak itu, menumpang hidup dan makan di rumah Smd dan Spt di Gisting. Namun “air susu” yang diberikan Smd dan Spt, malah dibalas “air tuba” oleh pria asal Dusun Trimulyo, Desa Gerning, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran itu.

Alih-alih berterima kasih sudah diberi tumpangan tempat tinggal, HR justru menodai putri sulung Smd dan Spt. Sebut saja bocah perempuan itu Melati. Ironisnya, korban nafsu bejat HR tersebut, baru berusia sembilan tahun. Dia masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar.

Awalnya, Smd dan Spt sama sekali tak menduga HR sampai hati menodai putri sulung mereka. Apalagi dari silsilah keluarga, Melati terhitung masih keponakan HR. Namun terbukti kata pepatah: “dalamnya samudera masih bisa diukur. Tetapi pikiran manusia, tak ada sesama manusia yang bisa membacanya.” Setelah menumpang makan/minum dan tidur gratis, HR justru menggagahi anak pemilik rumah.

“Anak kami pertama kali ceritanya sama bibinya, Pu. Bukan dengan kami. Setelah dengar cerita anak kami, bibinya kaget dan memberitahukan hal itu ke saya dan istri saya. Kami juga makin kaget. Akhirnya kami ajak bicara anak kami pelan-pelan,” ujar sang ayah, Smd.

Setelah mendengar penuturan putrinya, Smd dan Spt bak tersambar petir di siang bolong. Kaget bukan kepalang. Terlebih menurut Melati, HR sudah sebanyak tiga kali melampiaskan nafsu birahinya. Itu selama HR menumpang hidup di rumah Smd dan Spt.

JELASKAN KRONOLOGI: Spt dan Smd saat menerangkan kronologi putrinya yang dinodai tersangka HR saat tersangka menumpang hidup di rumah mereka selama dua tahunan.

Nggak lama-lama, kami langsung bawa anak kami untuk visum di dua tempat. Yaitu di Puskesmas Gisting dan di Rumah Sakit Panti Secanti. Hasilnya sama. Setelah itu, kami langsung lapor ke Polres Tanggamus,” timpal sang ibu, Spt.

Bermodalkan laporan orang tua korban, Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H. langsung memerintahkan tim gabungan yang terdiri dari TEKAB 308, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dan Intelkam untuk membekuk HR.

“Tersangka HR berhasil dibekuk di Gisting pada Kamis (31/1), sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Edi Qorinas melalui sambungan telepon, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Guna mempertanggungjawabkan aksi bejatnya, Edi Qorinas menegaskan, HR terancam dijerat hukuman berlapis. Yaitu Pasal 76 D jo 81 Ayat (1) dan (2). Lalu Pasal 76 E jo Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti UU RI Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tandas mantan Kapolsek Wonosobo itu.

HR Ternyata Buronan Perampok Sadis yang Beraksi di 3 Kabupaten

SETELAH diamankan dan diperiksa, polisi rupanya mendapati fakta baru tentang sepak terjang HR. Kakek bejat itu ternyata tak hanya berbuat asusila pada putri sulung Smd dan Spt.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H., ternyata nama tersangka HR memang sudah lama “bertengger” di Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan, pada Subdit Jatanras Polda Lampung.

“Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui.” Polres Tanggamus seolah mendapat “bonus” atas penangkapan HR.

“Rupanya setelah ditetapkan sebagai buronan, HR ini kabur dan bersembunyi di Gisting. Di rumah orang tua Melati ini. Hasil koordinasi kami dengan Subdit Jatanras, tersangka HR dan komplotannya yang sudah lebih dulu dibekuk, beraksi di beberapa kabupaten di Lampung,” jelas mantan Kapolsek Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah itu.

Edi Qorinas menjelaskan, tersangka HR terlacak beraksi di beberapa kabupaten. Antara lain di wilayah hukum Polres Lampung Utara, Polres Tulangbawang, dan Polres Lampung Tengah. Kemudian rata-rata mangsa HR bersama komplotannya, adalah rumah para juragan kebun karet.

“Setiap merampok rumah para pengusaha karet, HR bersama komplotannya terkenal sadis. Informasi dari Jatanras Polda, dia pernah beraksi di wilayah Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Tulangbawang. Namun kami hanya fokus pada kasus asusilanya. Sedangkan terkait kasus curasnya, itu wewenang polda,” tandas Edi Qorinas. (ayp)

error: Content is protected !!