NGOPPI ala ISBT feat. Coffee Jon Cafe Gisting Ajak Kawula Muda Dalami Islam

0
618
views
NGOPPI ALA ISBT: Inilah nuansa hangat Ngobrol Pintar Perkara Iman (NGOPPI) gagasan ISBT dan Coffee Jon Cafe di Pekon Purwodadi Kecamatan Gisting, Tanggamus dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan memperdalam keimanan Agama Islam para generasi muda. (Foto: AYP)

Sebagai Wujud Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

 

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Insan Seni Budaya Tanggamus (ISBT) sebagai wadah yang menaungi para pemudi dan pemuda, tak henti-hentinya berinovasi untuk merangkul para generasi muda di Kecamatan Gisting dan sekitarnya. Seperti malam ini (2/12) bertepatan dengan diperingatinya Maulid Nabi Muhammad SAW, ISBT bersama Pengelola Coffee Jon Cafe “NGOPPI” (Ngobrol Pintar Perkara Iman) Bareng. Sengaja tema itu diusung agar selaras dengan peringatan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sebagai salah satu wadah yang secara proaktif merangkul para pemudi dan pemuda, NGOPPI ala ISBT di Basecamp Coffee Jon Cafe sudah tentu dihadiri para Anggota Remaja Islam Masjid (RISMA) wilayah Gisting. Sementara sebagai Widyaiswara dan Penceramah untuk memberikan arahan dan informasi yang baik dan benar tentang Agama Islam, ISBT sengaja mendatangkan para Tokoh Agama Islam.

Mulai dari Tokoh Agama Islam Kecamatan Talangpadang); Kapolsek Talangpadang AKP Yoffi Kurniawan; Mantan Anggota DPRD Tanggamus dari Partai Keadilan Sejahtera; Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Tanggamus K.H. Amiruddin Harun beserta Sekretaris PCNU Ustadz Solahuddin; Tokoh NU K.H. Bahruddin; Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Falah Al-Barqi Dusun Inpres Pekon Purwodadi Ustadz Anaharuddin; PPN Pekon Purwodadi Ustadz Ahmad Mashudi; Perwakilan Sidiqiah Tanggamus Hi. Alfian; Sekretaris Majelis Dzikir Asmaulhusna Tanggamus; Perwakilan Kesatuan Bangsa Politik Tanggamus Antoni Hasan, dan puluhan Anggota Remaja Islam Masjid (RISMA) se-Kecamatan Gisting.

Ketua Panita Pelaksana NGOPPI ala ISBT featuring Coffee Jon Cafe, Dedi Setiawan mengatakan, kegiatan malam ini sengaja dikemas sesantai mungkin namun tetap berisi. Sehingga para pemudi dan pemuda yang hadir, bisa memperoleh pengetahuan yang benar soal Agama Islam.

Pemudi dan pemuda, kata Dedi, adalah generasi penerus bangsa. Ke depan, para generasi itulah yang akan melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, berangkat dari kepedulian terhadap generasi muda, ISBT dan Coffee Jon Cafe mengkonkretisasi inovasi dan tekat mendalami Agama Islam, melalui NGOPPI ini.

“Meskipun kami mengadakan semua ini semuanya serba mandiri. Sama sekali tidak ada kontribusi dari Pemkab Tanggamus atau organisasi pemerintah lainnya. Namun berkat soliditas, kerjasama, dan integritas ISBT, kami tak mau menjadi manja atau akhirnya mengebiri inovasi dan kreasi, hanya lantaran tidak mendapatkan perhatian dari pemkab. Alhasil, alhamdulillah kami tetap bisa mewujudkan NGOPPI ini,” ujar Dedi.

K.H. Humaidi pada kesempatan malam ini, meskipun singkat namun secara gamblang dan tegas menjelaskan korelasi antara iman terhadap agama dengan Pancasila yang menjadi ideologi Indonesia. Dalam ceramah singkatnya, Humaidi menegaskan, bahwa para pendahulu telah sedemikian luar biasa merumuskan Pancasila. Di dalamnya terdapat lima sila yang masing-masing sila sudah dengan tepat mengatur bagaimana hidup beragama, berbangsa dan bernegara, dan hidup rukun di tengah keberagaman agama.

“Sila ke-1: Ketuhanan Yangmaha Esa. Artinya, setiap Warga Negara Indonesia diwajibkan memiliki agama secara merdeka untuk mengimani Tuhan. Dari sila pertama itulah, terlihat sangat jelas korelasi antara iman dengan Pancasila di Indonesia,” jelas Humaidi.

Berikutnya, Amiruddin Harun juga dengan singkat menjelaskan tentang terminologi meyakini dan mengimani. Ketua PCNU Tanggamus itu menganologikan dua terminologi tersebut dengan kisah tentang seseorang yang memakan buah strawberri. Analogi yang tepat sasaran itu, bisa dicerna dengan baik oleh para pemudi dan pemuda dan para tamu undangan yang hadir.

Sementara itu, Ibnu Nizar yang merupakan mantan Anggota DPRD Tanggamus, sangat mengapresiasi ISBT yang telah menggagas NGOPPI. Kegiatan mendalami agama yang pesertanya adalah generasi muda, menurut dia, dewasa ini sudah semakin langka dijumpai.

“Apakah itu adalah salah satu tanda gradasi moral generasi muda? Mari kita telaah masing-masing. Namun terlepas dari itu, saya sangat bangga dengan ISBT atas kegiatan ini. Sudah waktunya barisan generasi muda mendapatkan pendalaman pengetahuan tentang Agama Islam. Dengan harapan, generasi muda Kabupaten Tanggamus, khususnya Kecamatan Gisting tidak mudah terkontaminasi dan terprovokasi oleh ajaran-ajaran menyimpang berkedok Islam atau agama lainnya,” ungkap Ibnu Nizar.

Tokoh NU Tanggamus lainnya K.H. Bahruddin menegaskan, bahwa Indonesia sangat luar biasa karena mampu membuat para umat antar-agama bisa hidup rukun dan berdampingan. Hebatnya lagi, keberagaman umat beragama itu berdiri di tengah mayoritas umat Islam.

Saking luar biasanya umat Islam di Indonesia ini, bahkan Raja Salman pun sampai tertarik dan akhirnya datang berkunjung ke Indonesia. Kedatangan orang nomor satu di Saudi Arabia itu, lantaran begitu tertarik dengan luar biasanya Islam di Indonesia. Mengapa negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia ini bisa hidup rukun dengan agama yang heterogen, karena Indonesia berpegang teguh pada Empat Pilar. Antara lain Pilar UUD 1945, Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pilar Pancasila, dan Pilar Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika, artinya adalah berbeda-beda tapi tetap satu. Empat Pilar itulah yang menjaga keberagaman dari Sabang sampai Merauke untuk tetap bersatu menjadi NKRI,” tegas Bahruddin.

Hingga berita ini dirilis, NGOPPI ala ISBT featuring Coffee Jon Cafe masih terus berlangsung. Yaitu sesi tanya-jawab interaktif antara para pemudi-pemuda dengan para tokoh agama sebagai widyaiswara sekaligus penceramah. Sesi tanya-jawab itu sengaja dilakukan, agar para generasi muda Bangsa Indonesia dan penerus agama Islam bisa semakin meneladani Nabi Muhammad SAW dalam hidup sebagai mahluk sosial di tengah masyarakat yang beragam dan sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling mulia. (ayp)