Ngerinya Jembatan di Waytuba Ini!

0
323
views

TRANSLAMPUNG.COM, WAYKANAN – Masyarakat Kampung Sayumpu Kecamatan Waytuba, Waykanan meminta pemerintah kabupaten (pemkab) setempat memperbaiki jembatan penghubung di sana.

Jembatan yang dibuat 1998 itu sudah tak dapat digunakan. Padahal, menjadi penghubung ke Kampung Srikaton dan Bumiagung.

Masyarakat memang sudah mengakali dengan membuat jembatan darurat dari papan tanpa dinding. Tentu saja rawan patah. Di bawah, sungai menunggu. Padahal yang menggunakannya banyak. Terutama anak-anak sekolah.

”Kami tidak mengada-ada dan ini telah kami sampaikan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di Kecamatan Waytuba untuk diajukan pada musrenbang kabupaten,” papar Kepala Kampung Sayumpu, baru baru ini.

Harapannya terutama ia tujukan kepada wakil rakyat dari daerah pemilihan dua (Kecamatan Waytuba, Bumiagung, Buaybahuga, dan Bahuga). Sudah ada beberapa warga terjun bebas ke bawah karena kurang berhati-hati. Untungnya belum ada korban jiwa.

Kepala kampung wanita itu menyatakan, masyarakat bukannya tidak tahu bahaya yang setiap saat dapat menimpa mereka. Namun karena jembatan merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai sekolah dan ke Bumiagung, mereka tetap menggunakannya setiap hari.

”Warga sini sudah agak hapal, maka jarang yang jatuh ke sungai. Tetapi warga daerah lain yang belum tahu kondisi jembatan suka terjun ke sungai yang berada 15 meter di bawah badan jembatan,” imbuh Minarni, seperti dikutip dari radarlampung.co.id (Grup Trans Lampung).

Rico, pemuda setempat membenarkan. Dia sendiri pernah hampir jatuh karena agak terburu-buru. Untungnya ada warga yang mengingkatkan untuk tidak ngebut di atas jembatan. ”Kalau tidak, mungkin saya akan menjadi salah satu orang yang ikut terjatuh ke sungai,” tutur Rico.

Camat Waytuba, Slamet berkeyakinan jembatan itu akan diperbaiki oleh Pemkab Waykanan. Panjang jembatan hanya enam meter dan tingginya dari dasar sungai mencapai 15 meter.

”Selain untuk membawa hasil bumi petani, jembatan itu jadi jembatan penghubung sekaligus transportasi anak-anak yang mau sekolah. Sehingga sangat perlu diperbaiki,” singkat Slamet. (tnn)