Neraca Perdagangan Lampung Surplus US$77,21 juta

Pemrov Jaga Stabilitas Makroekonomi

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Upaya Pemprov Lampung menjaga stabilitas makroekonomi dengan menggalakkan ekspor dan menciptakan sistem keuangan daerah yang sehat memengaruhi kinerja neraca perdagangan Lampung pada Januari 2018. Dibanding Desember 2017, neraca perdagangan Lampung mencapai US $ 309,14 juta (Dolar Amerika Serikat) atau naik 8,36 persen. Pada bulan Januari 2018 ini neraca perdagangan Lampung menunjukkan nilai positif (surplus) karena ekspor melebihi impor.

“Neraca perdagangan Lampung itu surplus US$77,21 juta,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Lampung Bambang Widjonarko, di Bandarlampung, Sabtu (17/2).

Dia tak memungkiri naiknya ekspor tersebut karena upaya yang cermat menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Surplus neraca perdagangan Januari 2018 ini diperoleh Lampung dari negara yang tergabung dalam Uni Eropa dan negara lain di luar lima negara utama, serta ASEAN.Lima negara utama itu, ujar Bambang Widjonarko, yakni Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Australia, Tiongkok, dan Argentina. Bambang mengatakan, ekspor ke negara Uni Eropa sebesar US$38, 23 juta, sedangkan ekspor ke negara utama dan ASEAN (negara Asia Tenggara) senilai US$149,32 juta.

Sementara, nilai ekspor Provinsi Lampung pada Januari 2018 mencapai US$309,14 juta atau naik 8,36 persen dibandingkan ekspor Desember 2017.

“Nilai ekspor Januari 2018 ini jika dibandingkan dengan Januari 2017 mengalami penurunan sebesar 14,14 persen,” katanya.

Peningkatan ekspor Januari 2018 terhadap Desember 2017 terjadi pada empat golongan barang utama yaitu ampas/sisa industri makanan naik 64,01 persen, bubur kayu atau pulpnaik 34,22 persen.

Kemudian, lemak dan minyak hewan nabati naik 19,11 persen, serta batu bara yang naik 7,80 persen. Sedangkan golongan barang utama lainnya yaitu kopi, teh dan rempah-rempah mengalami penurunan sebesar 31,23 persen. Bambang menjelaskan, untuk nilai impor Provinsi Lampung Januari 2018 mencapai US$231,93 juta atau naik 1,19 persen dibanding Desember 2017.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Lampung ini menambahkan, dari lima golongan barang impor utama pada Januari 2018, tiga di antaranya mengalami peningkatan, yaitu masing-masing mesin-mesin atau pesawat mekanik naik 233,09 persen, ampas tau sisa industri makanan naik 44,37 persen. Selanjutnya, pupuk naik 17,64 persen. Adapun dua golongan barang impor utama yang mengalami penurunan masing-masing adalah binatang hidup turun 50,68 persen, dan gula dan kembang gula turun 35,34 persen. (*/hkw)

News Reporter