. . .

Nenek Acik Tewas Terseret Arus, 22 Rumah Hanyut, Ratusan Lainnya Rusak Berat

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Guyuran hujan sejak Rabu (7/11) petang hingga Kamis (8/11) dini hari, membuat Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus “berantakan” diterjang banjir bandang. Seorang wanita berusia 80 tahun bernama Acik, dilaporkan meninggal dunia akibat terseret derasnya arus banjir.

Selain itu, sementara diketahui 22 rumah warga hanyut disapu gelombang banjir. Ratusan rumah lainnya, termasuk rumah adat di pekon setempat, rusak berat. Melalui pesan singkatnya, Kapolsek Limau Iptu. Rukmanizar menjelaskan, Dusun Induk dan Dusun Lebak Kejung terdampak banjir paling parah.

“Di Dusun Induk 80 rumah rusak berat, 5 rumah hanyut. Kemudian di Dusun Lebak Kejung 14 rumah hanyut, 17 rumah rusak parah. Terakhir di Dusun Tanjung Iman 3 rumah hanyut dan 18 rumah rusak parah. Bahkan jembatan gantung yang baru selesai dibangun juga hanyut terbawa arus,” ketik kapolsek.

Rukmanizar juga membenarkan, banjir bandang Kamis dini hari itu juga merenggut nyawa seorang nenek berusia 80 tahun. Korban yang biasa dipanggil Bik Acik itu, berasal dari Dusun Induk Pekon Umbar. Diduga karena usianya yang renta dan tak bisa berenang, korban akhirnya tenggelam dan hanyut terseret kuatnya arus banjir.

“Korban jiwa satu orang sementara ini. Semoga tidak ada lagi,” tulis kapolsek.

Up dating situasi terkini di Pekon Umbar pasca-banjir bandang, terkendala sulitnya signal alat komunikasi. Sebab untuk mendapatkan signal, harus keluar dari Pekon Umbar dan menuju ke Jatiwaringin. Di wilayah perbatasan antara Kabupaten Tanggamus dengan Kabupaten Pesawaran itulah, baru bisa didapatkan signal seluler.

BANJIR DI TANGGAMUS: Inilah unggahan akun Facebook Apriantoni tentang banjir bandang di Pekon Umbar yang menelan satu korban jiwa, menghanyutkan empat rumah, dan merusak belasan rumah warga.

Pengguna akun Facebook bernama Apriantoni mem-posting sebuah video situasi pasca-banjir. Pada video berdurasi 19 detik itu, Apriantoni menuliskan caption“bekas banjir bandang di umbar kec. Kelumbayan Tanggamus 1 orang meninggal, semoga saudara2 kita tabah menghadapi bencana .. Amin”

Tak hanya itu, translampung.com juga menerima telepon dari nomor 0823 8074 0865. Penelepon yang mengaku sebagai salah satu tokoh adat di Pekon Umbar itu menyebutkan, bahwa bagian dapur rumah adat rusak berat. Lalu belasan rumah warga rusak berat.

“Ada juga warga pekon yang meninggal karena hanyut. Terus empat rumah warga juga hanyut kebawa arus banjir. Tolong ini diberitakan, supaya Pemerintah Kabupaten Tanggamus tanggap dengan kondisi kami,” ujar pria tersebut.

Saat hendak ditanya lebih dalam soal nama dan identitas si penelepon, mendadak suara sambungan telepon terputus-putus dan tidak jelas hingga akhirnya terputus. Ketika translampung.com mencoba berkali-kali untuk menghubungi kembali. Namun tidak berhasil. (*)

BPBD Tanggamus Salurkan Logistik dan Benarkan Satu Korban Jiwa

TAK berhasil mendapatkan keterangan lebih, translampung.com berupaya mengkonfirmasi pihak terkait, yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tanggamus Adi Nugroho, saat dihubungi membenarkan bahwa Pekon Umbar dilanda banjir bandang.

“Beberapa personel BPBD sudah tiba lebih dulu di lokasi. Ini saya sedang mengarah ke Bandarlampung untuk mengambil bantuan logistik. Lalu sore nanti langsung kami salurkan ke Pekon Umbar. Ya benar ada satu warga yang meninggal karena hanyut dan jasadnya sudah ditemukan,” jelas Adi Nugroho, mewakili Kepala BPBD Tanggamus Romas Yadi.

Sayangnya saat dimintai rincian para korban banjir di Pekon Umbar, Adi Nugroho mengaku juga belum menerima up date data dari personelnya di lokasi. Sebab, komunikasi via telepon seluler terkendala tidak adanya signal.

“Saya juga belum terima up date identitas korban mas. Personel kita di lokasi tidak mendapatkan signal. Untuk bisa dapat signal, mereka harus keluar dari Pekon Umbar sampai sejauh lima kilometer ke arah perbatasan Tanggamus-Pesawaran. Di perbatasan itulah baru dapat signal seluler,” beber Adi Nugroho.

Dia menambahkan, logistik bantuan yang sedang diambil dan segera diserahkan pada para korban di Pekon Umbar sore ini, berupa makanan cepat saji. Karena menurut Adi Nugroho, logistik berupa makanan ini yang sangat dibutuhkan warga Pekon Umbar yang menjadi korban banjir.

“Untuk logistik bantuan lainnya, nanti menyusul,” tandas Adi Nugroho. (ayp)