. . .

Mustarani Duga Ada Markup Gantirugi Lahan MTs, Salikhan: Bantah Masuk Rekening Pribadi.

image_print

TRANSAMPUNG.COM–PANARAGAN.‎
Mustarani,  pemilik lahan hibah eks MTs Matholiul Falah, yang dijual aparatur Tiyuh ‎(Desa) Marga jaya Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) untuk pembangunan jalan tol di Tiyuh setempat ‎mencurigai ada dugaan mark up harga dalam menetapkan nilai gantirugi lahan Mts  hingga mencapai Rp 653 juta.

‎” Harga yang ditetapkan tidak sesuai dengan luasan tanah dan jumlah tanam tumbuh yang tergusur.‎ Saya curiga ada markup harga, masak lahan seluas 11×80 atau 1.160 M2 bisa dapat nilai gantirugi  Rp653 juta. Padahal diatas lahan tersebut tidak ada bangunan.” Kata Mustarani kepada Translampung melalui teleponnya pada  (18/9).

Dugaan mark up harga tersebut, kata dia, mengundang pertanyaan sejumlah pihak. Sebab, nilai gantirugi lahan tersebut tidak sesuai dengan realita dilapangan.

” Lahan hibah saya ini mereka rekayasa untuk mendapatkan gantirugi, tanpa melibatkan pihak sekolah dan saya selaku pemilik lahan, pastinya salahsatu aparatur tiyuh sudah mengaku kesaya ada mark up harga.” Katanya.

Lanjut dia, dana gantirugi lahan tersebut ‎dimasukan dalam rekening pribadi Alan Abdilah salahsatu aparatur tiyuh dengan merekayasa surat hibah mengatasnamankan dari Dewan bin Pasirah kepada kampung. Padahal, kata dia, lahan sekitar 1 Ha itu merupakan lahan miliknya yang dihibahkan kepada pihak sekolah melalui Endang, selaku kepala sekolah.

‎” Saya tidak mempermasalahkan jika lahan ini terkena tol, tapi saya minta uang gantiruginya jangan digunakan untuk kepentingan pribadi.” Tegasnya.‎

Terkait lahan hibah darinya diklaem oleh kepala tiyuh, dirinya menyerahkan dengan proses hukum. Sebab, semua bukti kepemilikannya secara sah telah diserahkan kepada penyidik.‎

” Saya dan kepala sekolah dan guru eks Mts  sudah diperiksa polisi. Termasuk sejumlah aparatur tiyuh dan panitia pembangunan masjid, nanti juga terbongkar kebenaran sesungguhnya.” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Tiyuh Margajaya Indah, Salikhan membantah tuduhan tersebut kepada wartawan.

” Lahan Mts itu milik tiyuh bukan milik Muslikan yang didapat dari hibah bapak Dewan.” Elaknya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang  (Tuba) AKP Zainul Fachry melalui pesan whatsapp nya mengatakan. Kasus tersebut saat ini tengah dalam proses penyelidikan.

” Palapor dan pihak sekolah sudah kita periksa, termasuk aparatur tiyuh. Sekarang kita masih menunggu pihak BPN untuk kembali turun kelokasi.” Imbuhnya. (Dirman)

 

error: Content is protected !!