Mustafa: Rekomendasi Handoyo Asli. Fauzan: Cuma Salah Ketik Dari DPP Nasdem

0
518
views

translampung.com – Terkait adanya keraguan akan Surat rekomendasi DPP Partai Nasdem bernomor 113 – SI/ DPP- Nasdem / IV / 2016 dan nomor 114 -SI / DPP – Nasdem / IV / 2016 tertanggal 21 April 2016, Ketua DPD Nasdem Lampung Mustafa mengungkapkan jika rekomendasi itu asli.

Dijelaskannya, rekomendasi untuk pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Tulangbawang (Tuba) dan Tulangbawang Barat (Tubarat) tersebut memang asli dan bukan palsu. Terkait terjadinya kesalahan tulisan nama Heri Wardoyo namun tertulis Heri Hardoyo memang diakui terjadi kesalahan tulis dan akan diperbaiki.

Sementara itu, sekertaris DPW Nasdem Lampung Fauzan Sibron lebih teknis menjelaskan bahwa rekomendasi itu asli dan bukan scaner seperti yang diduga. Dalam penulisan memang terjadi kesalahan. Dan akan dilakukan perbaikan.

“Tidak benar kalau rekomendasi itu aspal. Rekomendasi dikeluarkan DPP melalui tim 7 sudah sesuai mekanisme, mulai tahapan penjaringan kemudian survey dan diputuskan untuk Tuba, Tubaba dan Mesuji. Dalam rekomendasi tersebut meman ada kesalahan ketik, yang seharusnya tembusan kepada DPW provinsi Lampung tetapi tertera untuk DPW Prov Aceh. Rekomendasi itu akan diperbaiki dan dalam waktu dekat akan diserahkan kembali,” ungkapnya.

Ditambahkannya kepada seluruh kader untuk menjalankan dan mengamankan keputusan tersebut. “Seluruh kader kita harapkan mampu mengamankan keputusan tersebut. Apabila tidak dijalankan maka akan kita berikan sanksi sesuai dengan mekanisme partai,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, berdasarkan keterangan Syarifudin, Pengurus Kecamatan Partai Nasdem, Banjaragung bahwa surat rekomendasi Partai Nasdem untuk Tulangbawang terdapat banyak kesalahan dan kekeliruan. Rekomendasi itu sangat janggal dan fatal. Itu patut dipertanyakan kebenarannya.

“Surat rekomendasi itu banyak salah. Tembusannya salah, seharusnya tembusan untuk DPW Partai Nasdem Provinsi Lampung. Tapi ditulis Provinsi Aceh. Kemudian, salah dalam penulisan nama bakal calon yang diusung. Seharusnya ditulis Heri Wardoyo. Tapi ditulis Heri Hardoyo,” terangnya Senin (25/4).

Masih menurut Syarif, kejanggalan dan kesalahan fatal lainnya adalah, stempel rekomendasi berwarna hitam. Itu bukan aslinya. Yang asli adalah berwarna biru. Sederet kesalahan dan kejanggalan, menandakan bahwa tim 7 Pilkada tidak bekerja sesuai prosedural dan mekanisme partai yang benar. Itu harus diluruskan. (nys/dbs)

LEAVE A REPLY