Mustafa Minta SKPD Tata Ulang Tenaga Kontrak

TRANSLAMPUNG.COM, Lamteng-Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa meminta agar tenaga kerja kontak atau pekerja harian lepas (PHL) yang ada di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) Lamteng agar ditata kembali.

Pesan ini disampaikan Bupati Mustafa saat memimpin apel pagi di Lapangan Merdeka Gunung Sugih, Senin (6/3). Dia meminta agar personel PHL di cek kembali dan ditempatkan sesuai dengan kapasitas serta kapabilitasnya.

“Saya minta agar seluruh kepala SKPD agar mendata kembali tenaga PHL untuk mengecek jumlah personelnya. Harus kita tata ulang agar semuanya efektif dan efisien. Jangan sampai tumpang tindih dengan kerja yang tidak jelas,” ungkapnya.

Sama seperti aparatur pegawai lainnya, orang nomor satu di Bumi Jejamo Wawai ini meminta agak PHL dapat bekerja dengan maksimal, profesional dan totalitas. Sikap melayani juga ditanamkan dalam diri PHL. Ia mengingatkan agar PHL tidak hanya sekedar datang, bekerja tanpa tujuan dan target yang jelas.

“Saya tegaskan agar PHL dapat bekerja dengan efektif sesuai dengan kemampuanya. Saya liat masih banya. PHL yang menumpuk di beberapa SKPD, saya minta pak Sekda mengecek semua tenaga honorer, jangan sampai hanya ikut absen hadir namun tidak ada di kantor,” tegas Mustafa.

Bupati pun memberikan peringatan keras agar PHL yang malas atau tidak disiplin agar diberhentikan saja. Adanya tenaga kontrak di Pemkab Lamteng bertugas membantu jajaran pegawai negeri.

“Saya pinta kepala SKPD bertindak tegas jangan ragu, bila sudah tidak bisa ditoleransi lagi. PHL harus bekerja maksimal, saya tidak mau meliat hanya duduk-duduk saja,” ujar dia.

Sementara itu, Sekda Lamteng Ady Erlansyah juga mengingatkan pada para tenaga kontrak agar selalu hadir di kantornya. Pihaknya akan lakukan pendataan dan kontrol absen secara diam-diam.

“Bila mana kita temukan tenaga kontrak 7 hari tidak masuk, berarti harus keluar.
Kita juga akan cek tenaga kontrak yang tidak pas penepatanya, kita sudah temukan tenaga perawat kerja dinas peternakan itu tidak pas, seharusnya berada di rumah sakit,” pungkasnya.(*)

News Reporter