. . .

Mustafa dan Herman HN Daftar Cagub

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG – Pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur (Bacagub-Bacawagub) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung, yang akan digelar pada 27 Juni 2018 mendatang, telah dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung, Senin (8/1).

Pada hari pertama, dua pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur mendaftar ke Kantor KPU Lampung, Jalan Gajahmada, Kotabaru, Bandarlampung. Pendaftar pertama adalah paslon Mustafa-Ahmad Jajuli.

Pasangan calon ini diusung tiga parpol pengusung yaitu Partai NasDem, PKS dan Partai Hanura. Ketiga parpol ini memenuhi jumlah minimal 20% atau 17 kursi keterwakilan DPRD provinsi, untuk mendukung bakal calon Gubernur.

Uniknya, paslon yang diusung koalisi tiga partai yang dinamakan ‘Koalisi Lampung KECe’ itu datang dengan menaiki gajah menuju Kantor KPU Lampung, diiringi para pengurus parpol pengusung, antara lain Ahmad Mufti Salim, Fauzan Sibron, Sriwidodo, pengurus Partai Hanura. Bahkan, Sekjen PKB Haidir Bujung juga hadir.

Mustafa diarak ribuan pendukungnya yang melakukan aksi pawai budaya nusantara dan Tarian Sekura dari Lampung Barat. Nampak hadir juga sejumlah elemen masyarakat mulai dari para kyai, nelayan, Muslimat NU, Sobat Tani, kader Partai Hanura, PKS, NasDem, Syekher Mania, Pemuda Pancasila, PSHT, TTKDH dan sejumlah elemen lainnya.

Rombongan paslon Mustafa dan Jajuli diterima Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono dan komisioner lainnya. Juga hadir dalam pendaftaran cagub tersebut Komisioner Bawaslu Lampung.

Usai menyerahkan berkas, Mustafa dan Jajuli sempat melakukan orasi politik di hadapan ribuan pendukungnya. Dikatakan Mustafa, kolaborasinya dengan Ahmad Jajuli murni karena keinginan untuk mewujudkan Lampung yang lebih baik.

“Kami menjadi pasangan pertama yang mendaftarkan diri ke KPU, karena ingin menjadikan Lampung terbaik dan pertama. Kita bayar awal perjuangan hari ini (kemarin) dengan kemenangan pada pemilihan Juni mendatang,” ujarnya.

Dari hasil penyerahan berkas paslon pertama, Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono mengatakan,secara umum berkas yang diajukan telah memenuhi persyaratan bacagub dan bacawagub. Namun ada tujuh poin persyaratan yang perlu direvisi dan dilengkapi.

“Ada tujuh poin yang menjadi catatan soal berkas untuk direvisi. Seperti pengajuan alamat calon, antara yang diajukan dengan KTP harus sama dan beberapa persyaratan lain yang harus benar-benar sesuai. Kami membuka kesempatan untuk perbaikan berkas. Kita buka pendaftaran hingga 10 Januari dan perbaikan syarat pencalonan 18-20 Januari,” jelasnya.

Sementara, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah menyampaikan, bahwa memang ada beberapa poin yang belum lengkap namun masih dalam proses, dan paslon diminta membuat surat pernyataan bahwa persyaratan yang dimaksud tersebut akan segera dilengkapi.

“Memang ada yang belum lengkap tapi masih dalam proses. Tadi (kemarin) mereka diminta membuat surat pernyataan untuk segera melengkapi persyaratan tersebut secepatnya,” kata Khoir.

Pendaftar selanjutnya adalah paslon Herman HN-Sutono yang diusung partai tunggal, PDI Perjuangan (PDIP). PDIP yang memiliki 17 kursi di DPRD Provinsi Lampung, mampu mengusung calon sendiri karena memenuhi 20% keterwakilan kursi.

Herman HN-Sutono datang didampingi oleh petinggi DPD PDIP Lampung, seperti Ketua DPD PDIP Lampung Sudin, Sekretaris DPD PDIP Lampung Mingrum Gumay, dan pengurus DPD PDIP Lampung, dan Ketua DPC PDIP kabupaten/kota se Lampung. Pendaftaran pasangan ini juga ikut dimeriahkan dengan hadirnya pengurus dan simpatisan Ormas DPP Petir, Majelis Taklim Rahmat Hidayat.

Dalam pemeriksaan berkas itu, Ketua KPU Nanang Trenggono mengatakan, paslon Herman HN-Sutono telah lengkap.

“Partai PDIP dengan jumlah 17 kursi dan telah memenuhi syarat melebihi 20 persen,” katanya, saat membacakan berkas kedua calon.

Nanang menambahkan jika satu berkas milik bakal calon gubernur Lampung Herman HN masih dalam proses. Berkas itu merupakan berkas daftar nama tim kampanye.

“Buat surat pernyataan saja bahwa surat sedang disusul,” saran Komisioner KPU Divisi Hukum, M Tio Aliansyah, saat membacakan berkas milik Herman HN.

Selain itu, berkas milik calon wakil Gubernur Lampung dari PDIP, Sutono ada lima yang kurang. Surat tersebut yakni surat pernyataan pajak selama 5 tahun, surat tanda bukti tidak menunggak pajak, surat laporan harta kekayaan penghasilan negara (LHKPN), surat pengajuan pengunduran diri dan SK pemberhentian.

“Untuk surat pengajuan pengunduran diri ditunggu selama lima hari. Sedangkan SK pemberhentiannya selambat-lambatnya 30 hari sebelum hari H, sudah disampaikan ke KPU,” jelas Tio. (hkw/rus)