. . .

Murtini, Putri Sulung Mantan Mendagri Penyandang Tuna Netra Telah Jajahi 388 Kabupaten Dari 30 Provinsi Se Indonesia

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
Diusia yang terlalu senja, nenek Murtini (60) penyandang tuna netra itu dengan penuh kegigihan menapkan kakinya hingga mengitari 388 Kabupaten Kota dari 30 Provinsi Se-indonesia. kini, singgah di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung.

‎Dengan sedikit agak tertatih, kaki dan kulit telah keriput bahkan postur tubuhnyapun takmampu menopang tegaknya tubuh yang telah renta, namun dia tetap bersemangan, itu dampak keperihatinannya kepada pemerintah atas minimnya perhatian kepada masyarakat khusunya penyandang Tuna netra.

‎Tanpak spontanitas tubuh tua itu sangat kusut, namun siapa sangka dibalik ketuaan nenek yang memiliki julukan dan glar lengkap Dra.H Murtini.,SH adalah putri sulung dari mantan Menteri dalam negeri (Mendagri) Suparjo rustam pada rezim orde baru kala itu.

‎Cerita Murtini saat berjumpa Translampung.com di Mapolsek Tulangbawang Tengah seusai meminta surat keterangan resmi kehadirannya telah singgah di Tubaba. Ini dia lakukan semata-mata bentuk protes dan kekecewaannya terhadap pemerintah pusat pun daerah yang kurang perhatian dengan masyarakat.

” Contoh, tadi saya mampir ke pemda tubaba mereka terkesan mencela mengira saya hendak meminta-minta. ‎Sebenarnya, kehadiran saya itu sekedar minta surat keterangan disetiap tempat kabupaten kota dan provinsi yang saya singgahi.” Kata dia sembari menunjukkan surat keterangan resmi dari Presiden RI. joko Widodo.

Lanjut dia, terkait transportasi yang ia gunakan dalam menempuh perjalanan panjang ‎dari sabang hingga maraoke, Murtini menggunakan jasa pesawat, mobil hingga berjalan kaki.

” Saya berpesan ‎kepada pemerintah agar dapat peduli dengan masyarakat yang tuna netra, dan jika melihat orang cacat jangan pernah memandang sebelah mata, sebab hakikat kita pun sama nantinya jika telah meninggalkan dunia.” Katanya.

Sementara itu, menurut Fadilah satudiantara ANS Kemenag bagian umum mengatakan. Pihak kemenag Tubaba mempasilitasi penginapan selama dua malam di wisma Gria aulia Tiyuh (Desa) candar mukti.

‎”  Kami juga memberikan sedikit uang saku kepada Murtini, serta mendampingi beliau ke kapolsek juga mengantarkannya kembali ke wisma.” Imbuhnya.

‎Diketahui menurutnya. Murtini adalah warga Palembang sumatera selatan kelahiran bulan maret tahun 1958, yang kini berdomisili di Pinang Rt03-Rw04 Tanggerang Banten jawa barat. (Dirman).