Mulutmu Harimaumu

0
90
views

Ketua PWI Pesawaran Tuntut Kapolres Way Kanan Mundur

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN- Mulutmu adalah Harimaumu inailah peribahasa yang pantas untuk Kapolres Way kanan AKBP Budi Asrul  Kurniawan yang telah melontarkan kata -kata yang kurang pantas kepada para wartawan yang melakukan peliputan penertiban mobil pengangkut batu bara oleh kelompok masyarakat di pos mawar, Simpang 4, Blambangan Umpu hari minggu (27/8 ) lalu.

Sangat di sayangkan sekali akibat ulah kapolres ini membuat murka para wartawan yang ada di seluruh provinsi lampung terutam para wartawan di Kabupaten Pesawaran dan hal ini juga mendapat kecaman dari ketua persatau wartawan Indonesia ( PWI) Kabupaten pesawaran.

Selaku Ketua PWI Pesawaran Drs. Erdanizar, mengatakan bahwa dirinya menuntut  Kapolri Jendral Tito Karnavian untuk segera mencopot, Kapolres Way Kanan Provinsi Lampung AKBP Budi Asrul Kurniawan dari jabatannya, yang menghina profesi wartawan.

“Kami mengecam apa  yang telah dilontarkan pak Kapolres Way Kanan, terhadap beberapa media saat meliput penertiban mobil pengangkut batu bara di wilayah waykanan karna telah melontarkan kata kata yang kurang pantas dari ucapan seorngan perwira menegah ( Pamen).”Kata Erdanizar saat dihubungi. Senin (28/8).

Menurut  Erdanizar meskipun pihaknya tidak melakukan wujud aksi solidaritas namun dirinya sangat mengecam keras tindakan oleh kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul  Kurniawan yang tidak profesional.

“Seharusnya aparat penegak hukum (APH) apalagi seorang Pamen menjadi pemimpin yang baik, mengayomi apalagi semboyan Polri melayani dan melindungi masyarakat ini tidak malah mengucapkan kalimat yang kami anggap tidak beretika,”Ucapnya.

Seperti diberitakan diberbagai media, Kapolres Waykanan AKBP Budi Asrul Kurniawan beraksi kelewat batas terhadap wartawan. Ketika jurnalis hendak mengabadikan sebuah cekcok yang nyaris berujung chaos, dia malah melarang sang pewarta untuk mengabadikan peristiwa tersebut.

Perwira menengah itu malah menghina profesi wartawan dan mendiskreditkan media cetak di Lampung. Di hadapan dua wartawan, Budi menyamakan profesi jurnalis dengan kotoran hewan.Bukan itu saja, dia juga menyatakan koran di Lampung tidak ada yang membaca.(ydn)