Mukhlis: Pemondokan MTQ Masih Perlu Dibenahi. Sarana Air Bersih Masih Kurang, Jelang MTQ

0
404
views
translampung.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus benar-benar serius mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Provinsi Lampung. Hari H yaitu 20 April pun kian mendekat. Sehingga kemarin (6/4) siang, Ketua Lembaga Pembinaan Tilawatil Quran (LPTQ) sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Tanggamus Hi. Mukhlis Basri blusukan meninjau titik-titik lokasi pemondokan para kafilah.
Titik lokasi tersebut, adalah Mes Pemda Tanggamus, gedung sekolah luar biasa (SLB), Mapolres Tanggamus, Makodim 0424, Kompleks Islamic Center, Asrama Perikanan Kotaagung, dan Asrama Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Waygelang. Di situlah nantinya sekitar 1.200 kafilah akan memondok sementara saat even religi akbar itu berlangsung.
Saat dikonfirmasi usai meninjau seluruh lokasi, Mukhlis Basri mengakui bahwa hasilnya belum sesuai ekspektasi. Seperti di gedung SLB, sekda masih melontarkan kritik pedas. Sebab, sarana air bersih belum tersedia. Lalu di beberapa lokasi lainnya, masih terdapat kekurangan. Mukhlis meminta agar catatan yang dia berikan, segera dibereskan sebelum 12 April mendatang.
“Peninjauan hari ini memang hasilnya belum memuaskan. Karena ini adalah tinjauan awal. Makanya, saya meminta kepada satker yang bertanggungjawab soal pemondokan kafilah segera melakukan perbaikan-perbaikan, sesuai catatan yang saya inginkan. Makanya saya tegaskan, hasil tinjauan tadi siang, belum bisa dijadikan tolok ukur kesiapan pemondokan para kafilah. Namun nanti pada 12 April, baru bisa menjadi barometer kesiapan pemkab,” ujar Mukhlis Basri di ruangannya, kemarin sore.
Sengaja, dirinya memberikan toleransi hingga 12 April, agar sektor yang bertanggungjawab soal pemondokan memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk membenahi pekerjaan. Pada 12 April itu, Mukhlis Basri dan tim akan kembali melakukan peninjauan ke lima lokasi pemondokan. Sekaligus saat itu, pihaknya akan mengajak perwakilan dari masing-masing kabupaten/kota untuk melihat calon tempat tinggal kafilah.
Dalam perhelatan akbar tahunan ini, lanjut Mukhlis Basri, Tanggamus memiliki dua target yang harus dicapai. Pertama adalah target sebagai tuan rumah terbaik penyelenggara MTQ provinsi. Kedua, adalah target prestasi para kafilah yang berjuang demi keharuman nama Tanggamus.
“Saya juga tidak bosan-bosannya mengingatkan seluruh satker, supaya sepenuhnya melakukan tanggungjawab masing-masing. Tidak ada satker yang tidak terlibat. Semuanya terlibat untuk suksesi MTQ ke-44 ini. Seluruh satker itu berada di bawah lima ketua masing-masing bidang. Ketua I adalah Andi Wijaya, Ketua II Paksi Marga, Ketua III Hj. Nur Indrati, ketua IV Firman Ranie, dan Ketua V Hi. M. Yusuf. Kelima ketua tersebut memiliki bidang berbeda-beda dan harus saling bersinergi,” harap sekda.
Asisten Bidang Ekobang Andi Wijaya didampingi Kabag Kesmas Setda Tanggamus Zulfadli menambahkan, penempatan para kafilah di tujuh lokasi tersebut adalah hasil dari undian. Bukan penunjukkan dari tuan rumah. Berdasarkan hasil undian lokasi pemondokan, kafilah tuan rumah akan menempati Mes Pemda Tanggamus. Lalu gedung SUPM akan dihuni kafilah dari Pesawaran, Mesuji, Metro, Tuba Barat, Lampung Barat, dan Bandarlampung.
“Untuk Asrama Perikanan Kotaagung akan ditempati kafilah dari Lampung Tengah. Lalu Islamic Center dihuni kafilah dari Pesisir Barat dan Lampung Selatan. Makodim untuk kafilah dari Waykanan dan Tulangbawang. Kemudian mapolres untuk kafilah dari Pringsewu. Terakhir gedung SLB untuk kafilah dari Lampung Timur dan sebagian untuk Waykanan yang tidak tercover di makodim,” beber Andi Wijaya. (ayp)

LEAVE A REPLY