. . .

Molor akibat Belum Ada Peserta Lelang Tahap I

image_print

Foto: DOK TRANS LAMPUNG

TERUS BERLANJUT: Pemkab Tanggamus melalui beberapa OPD menegaskan bahwa pembangunan KWT TWMI Tanggamus terus berlanjut, demikian juga dengan pembangunan patung lumba-lumba yang didanai sebesar Rp3,6 miliar.

 

Pembangunan Patung Lumba-Lumba Senilai Rp3,6 Miliar di KWT TWMI Tanggamus

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Rumor seretnya pengembangan pembangunan sempat menerpa Kasasan Wisata Terpadu Taman Wisata Muara Indah (KWT TWMI) Kabupaten Tanggamus. Namun isu itu ditepis oleh para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi ekspansi pembangunan taman di bibir Teluk Semaka itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tanggamus Hi. Hendra Wijaya Mega, S.T., M.T., M.M. menegaskan, bahwa pemerintah kabupaten setempat meski kesannya silent, tetap bergerak melakukan ekspansi pembangunan KWT TWMI. Demikian juga soal wacana pembangunan patung lumba-lumba yang digadang-gadang menjadi lokasi ikonik kabupaten.

Hendra Wijaya tak menampik, bahwa realisasi pembangunan patung lumba-lumba molor dari jadwal yang telah ditetapkan, yaitu tahun ini. Pemicunya, kata dia, adalah belum adanya peserta lelang tahap pertama.

“Itu yang menjadi kendala molornya pembangunan patung lumba-lumba di KWT TWMI. Tapi coba kroscek juga ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ya, karena khusus pembangunan patung lumba-lumba, adalah ranahnya PUPR. Laporan terakhir, belum ada peserta lelang pada tahap I. Tapi mungkin pada tahap II sekarang, sudah ada perkembangan,” ujar Hendra Wijaya Mega, Jumat (27/7).

Ditanya lebih dalam terkait anggaran, Kepala Bappeda Tanggamus menjelaskan, sudah dianggarkan sebesar Rp5,2 miliar untuk tahap lanjutan pembangunan KWT TWMI. Penganggaran masuk dalam APBD Murni tahun 2018.

“Dengan rincian Rp1,6 miliar untuk prasarana pendukung. Sedangkan Rp3,6 miliar untuk pembangunan patung lumba-lumbanya. Ditangani oleh Dinas PUPR Tanggamus,” ungkap Hendra Wijaya.

Dia mengaku, perluasan lahan untuk tahapan lanjutan pembangunan KWT TWMI, saat ini masih pada tahap appraisal lahan. Tahap itu harus dilakukan, sebagai patokan harga tanah atau ganti rugi pada lahan yang akan dibebaskan.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Tanggamus Retno Novia Damayanti juga menegaskan, saat ini pembangunan KWT TWMI terus dilakukan secara bertahap. Dan menurutnya, pembangunan didukung oleh l seluruh stakeholder terkait.

“Melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman, akan ada pembebasan lahan yang diagendakan tahun depan,” ujar Retno.

Sementara untuk tahun ini, dia menjelaskan, sedang dilakukan pembangunan pagar dan pemasangan pavingblok yang pengerjaanya dilakukan oleh Dinas PUPR Tanggamus.

“Nah untuk tahun ini mungkin pengerjaanya itu dulu. Karena tahun depan kami akan ada pembebasan lahan. Mungkin diperkirakan lebih sibuk lagi,” tutur Retno.

Ketika ditanya terkait pembangunan patung lumba-lumba sebagai “wajah” Kabupaten Tanggamus di KWT TWMI sekaligus ikon kabupaten yang ditargetkan tahun 2018 ini, Retno mengatakan kalau pengerjaannya sudah di tangan Dinas PUPR.

“Untuk masalah patung, konfirmasi aja langsung ke Kabid Jasa dan Kontruksi di Dinas PUPR. Terkait kendala atau bagaimananya konfirmasi ke sana langsung, karena mereka yang menangani,” kata Retno.

Dia mengaku, maju mundurnya tahapan lanjutan pembangunan yang telah direncanakan di KWT TWMI semua bergantung pada anggaran.

“Semua tergantung dananya. Kalau memang sudah disiapkan di tahun 2019, ya apa salahnya (direalisasikan),” tandas Retno. (ayp/hkw)