. . .

Miris!!! Anggaran Minim, Tim TRC BPBD Way Kanan Keluh Kan Biaya Operasional

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BLAMBANGAN UMPU – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Way kanan mengeluhkan minimnya anggaran untuk biaya operasional, makan dan minum Tim ketika harus turun kelapangan jika terjadi bencana di Wilayah Kabupaten Way Kanan.

Tidak hanya itu, Bahkan mereka juga tidak memiliki Asuransi jiwa. padahal, pekerjaan mereka cukup beresiko untuk menyelamatkan dan membantu proses evakuasi jika terjadi bencana alam. Hal itu dikatakan Danton TRC BPBD Way Kanan, Modi. Ketika dikonfirmasi oleh translampung.com, Jum’at (27/07).

“setiap ada kejadian kebakaran dan kebanjiran atau bencana lainnya TIM TRC siap meluncur kapanpun. Tapi kami bingung dan kasihan sama anggota di lapangan yang bekerja, uang operasional untuk minyak kendaraan serta makan minum kami tidak ada, bahkan untuk asuransi kami juga belum ada, padahal tahu sendiri kan, kalau pekerjaan kami cukup beresiko,” Kata Modi.

Modi juga mengungkapkan bahwa selama ini setiap ada laporan ke atasan mereka terkait masalah biaya, selalu tidak ada solusi, padahal hal itu sudah sering di sampaikan ketika ada rapat Tim. Namun laki-laki yang aktif di organisasi FKPPI ini mengatakan, dirinya tidak menyalahkan pimpinannya yang dalam hal ini kepala BPBD, karena menurutnya Kepala BPBD juga sudah berupaya untuk menyampaikan masalah tersebut ke eksekutif maupun legislatif namun hingga saat ini belum ada jawaban yang pasti.

“kami tidak pernah mengharapkan imbalan dari yang kami bantu, karena memang sudah tugas kami. Tapi kasihan dengan anggota di lapangan, jadi tolong fikirkan juga nasib kami,” Ungkap Modi.

Sementara itu Kepala BPBD Way Kanan, Rusli Arsyad, membenarkan bahwa memang tidak ada anggaran untuk biaya Operasional dan Makan minum Tim TRC BPBD Way Kanan ketika turun kelapangan jika terjadi bencana, melainkan hanya ada kebijakan itupun seadanya.

“itu memang tidak ada anggarannya, mereka cuma dapat upah kerja saja dan uang piket. Tapi kalau untuk tanggap darurat jika ada bencana, itu anggaran nya cuma kebijakan dari kami karena memang tidak ada anggarannya,” Ujar Rusli.

Menurut mantan Kasat Pol PP ini, wajar wajar saja kalau anggotanya komplin. Namun dirinya bukan kurang usaha untuk memperjuangkan masalah itu, hampir di setiap kesempatan sudah ia sampaikan ke pemerintah ataupun ke Dewan, tapi belum juga trealisasi karena itu memang tidak mudah dan butuh perjuangan.

“Wajar wajar saja kalau mereka komplin itu hak mereka, saya bukan kurang usaha saya sudah capek memperjuangkan masalah itu, hampir setiap kesempatan saya sampaikan ke pimpinan dan Dewan dan itu memang tidak mudah memperjuangkannya kita harus tunjukkan dulu kinerja kita,” tuturnya dengan nada serius (migo).