. . .

Minim Pelayanan Dan Diduga Pungli Rumdis Dokter Puskesmas Karta Raharja Dihuni TKS.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
‎Diduga minim dan kurang maksimal pelayanan puskesmas Tiyuh (Desa) Karta raharja, Kecamatan Tulangbawang Udik Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung akhir belakangan kemarin, warga setempat keluhkan rumah dinas dokter tidak ditempati juga dugaan pungli oleh oknum setempat.‎

Ha tersebut, ‎selain mendapati rumah dinas dokter dihuni‎ oleh tenaga kerja sukarela (TKS) terkait, Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Non fisik Puskesmas setempat sejak tahun 2017-2018 juga patut dipertanyakan.‎

Oleh karena itu diminta kepada pihak Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Kabupaten Tubaba dapat segera melakukan pemanggilan kepada semua pihak terkait, guna mempertanyakan realisasi dari dana bantuan tersebut.

‎Menanggapi itu, Pemkab Tubaba melalui Asisten II Bidang perekonomian dan pembangunan Syakib arsalan mengatakan, dari hasil konfirmasi pihaknya terhadap Puskesmas setempat telah mengetahui bahwa sistem tarif dan pelayanan sudah mengacu tarif yang ditetapkan bedasarkan Perda.‎

” Untuk memastikan sinyalemen ini kami dari Pemda Tubaba hari senin (‎10/9/2018) akan langsung kroscek ke lokasi Puskesmas setempat.” Kata Syakib melalui pesan singkatnya kepada Translampung.com beberapa waktu alu.

‎Diberitakan sebelumnya. menurut satudiantara warga Tiyuh Karta raharja yang enggan disebutkan namanya L (25) mengatakan. Secara pribadi pun masyarakat dirinya mengeluhkan sistem pelayanan pihak puskes kurang memuaskan. Pasalnya,  ketika pasien datang hendak berobat pihak medis (perawat) sibuk ngobrol antara mereka dan Dokter piket tidak stanby di tempat. Selain itu, tutur sapa pun keramahan dari pihak puskes sangat tidak bersahabat, sebagaimana yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan lainnya  jika ada pasien yang datang langsung disambut dan di tanyakan keluhan pasien tersebut, namun sipat itu tidak dimili‎ki oleh puskesmas karta raharja.

” Saat itu saya mendampingi keluarga berobat di puskesmas karta raharja. Anehnya, sistem pembayaran biaya pengobatannya berpariasi terhitung sejak pukul 06 sampai 12: 00 Wib itu biaya pengobatanya setandar sebesar Rp 5000 rupiah, ‎ namun setelah melewati pukul 12:00 Wib mereka minta bayaran lebih dari semula sekitar Rp 25.000 hingga 30.000 rupiah.”Kata L.‎

Kendati demikian,  saat menjelang sore sekitar pukul 12:00 Wib Dokter jaga sudah tidak stanby lagi di tempat, menurut mereka sudah tidak ada lagi pasien yang berobat. ‎(Dirman)