. . .

Minim Aktivitas di Panggung Pentas Kesenian, Disparbud lamsel tutup mata ditempat itu rusak dan terbengkalai.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM,KALIANDA – Aspirasi, kritikan dan saran yang dilontar oleh Budiman Yakub, selaku Tokoh Adat dan Pemuda Lampung Selatan ternyata bukan isapan jepol belaka dalam pembinaan kesenian dan kebudayaan.

Hal tersebut, coba ditelusuri Wartawan Translampung.com, disalah satu tempat ajang penampilan kesenian yang berada dipusat objek wisata TPI Dermaga Bom, Kalianda yang dulunya sebagai tempat favorit dalam pentas kesenian.

Ditempat tersebut, kini terlihat kondisinya yang kumuh dan tercium bau aroma yang tidak sedap (pesing) dan sampah yang berserakan.

 

Tidak hanya itu saja, kondisi kedua pintu ruang ganti pakaian sudah rusak terlepas dari dudukanya (engsel) dan pintu tergelak dilantai. Padahal, Pemkab Lamsel dulunya menganggaran untuk pembangunan tempat panggung pentas kesenian itu menelan biaya ratusan juta hingga milyaran.

Tapi sayang, tempat panggung pentas kesenian itu dibiarkan terbengkalai dan rusak tampa ada perhatian dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamsel.

“Waduh..!? mas. Ditempat itu sudah lama sekali tidak gunakan. Ya hampir kurang lebih satu tahun, ditempat itu tidak dipakai untuk ajang tampil kesenian,” kata salah seorang pedagang yang berada didepan lokasi tempat pentas panggung kesenian, yang enggan disebutkan jati dirinya ketika diwawancarai, Jumat (7/12/2018).

Sebelumnya, lanjut ibu tersebut ditempat panggung itu jika setiap malam minggu selalu ada kegiatan penampilan kesenian dari berbagai daerah yang secara bergantian dan terjadwal mereka tampil.

“Tapi sekarang tidak ada lagi kegiatan, mungkin tidak boleh lagi sama Dinasnya,” ujarnya.

Keinginan dari tokoh adat dan Plt.Nanang Ermanto untuk memajukan kesenian dan kebudayaan dilamsel agar bisa tampil disetiap kegiatan resmi, jika melihat kondisi tempat tersebut nampaknya tidak akan berjalan dan hanya bertempuk sebelah tangan saja.(Johan)