Minat Masuk SMK Pertanian Pembangunan Lampung Naik Tajam

0
780
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG-Keputusan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo memindahkan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK PP) Lampung dari Masgar Pesawaran, ke Hajimena Lampung Selatan, berdampak positif. Sejak pindah pada 2015, jumlah siswa meningkat tiga kali lipat.

Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Edi Yanto, peningkatan jumlah siswa itu berkat upaya menambah fasilitas belajar dan meningkatkan gaji guru. “Awalnya, sekolah ini kurang dinimanati. Siswa per angkatan hanya 58. Gubernur memutuskan lokasi sekolah dipindah dan fasiltasnyanya ditambah,” kata Edi Yanto, di Bandar Lampung, Selasa (1/8/2017).

Kebijakan Gubernur Ridho tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Pertanian dengan menggelontorkan dana Rp5,3 miliar pada 2016 dan pada 2017 ini Rp5 miliar. Hasilnya, di 2016 jumlah siswa naik menjadi 90 dan pada Tahun Ajaran 2017 naik tajam menjadi 135 siswa.

Menurut Kepala SMK PP Lampung, Amrullah, pendaftar tahun ini mencapai 200. Namun karena kapasitas kelas yang diterima 135 siswa. Untuk menampung tingginya minat tersebut, tahun depan kapasitas kelas ditambah dan dilengkapi asrama. “Dukungan Pak Gubernur diberikan dalam bentuk kenaikan gaji. Dukungan itu kemudian membuat Kementerian Pertanian melihat Pemprov Lampung serius mengembangkan SMK ini,” kata Amrullah.

Pemprov Lampung, kata Gubernur Ridho, merancang masterplan pengembangan SMK PP untuk kurun waktu lima tahun ke depan. “Jangan sampai minat anak-anak muda bertani menurun. Pemprov harus mendorong perbaikan mutu belajar di SMK ini karena prioritas pembangunan Lampung ada di sektor pertanian, indutri, dan pariwisata,” kata Ridho.

Kemajuan pertanian, kata Ridho, tak lepas dari sumber daya manusia. Tingginya minat masuk SMK PP, merupakan bukti anak muda masih berminat masuk sektor pertanian. Oleh karena itu, Pemprov Lampung melakukan pendekatan ke berbagai pihak termasuk Kementerian Pertanian agar memberi perhatian khusus terhadap SMK ini.

“Pemprov Lampung dan Kementerian Pertanian terus melengkapi sarana belajar seperti laboratorium pasca panen, kultur jaringan, lab bahasa, dan perpustakaan. Semua ini bertujuan agar anak-anak muda bangga jadi petani, karena seberapa besar pun target produksi pertanian tanpa didukung sumber daya manusia yang baik, tidak akan tercapai,” kata Gubernur Ridho.

Lulusan SMK PP Lampung banyak diterima bekerja di perkebunan swasta baik di Lampung maupun luar Lampung. Sebagian berprofesi sebagai penyuluh. Gubernur Ridho ingin mengembalikan pamor sekolah menengah pertanian atas (SPMA) yang pernah jaya di masa lalu. (*)