. . .

Mie Instan, Ekosistem Pariwisata dan Kopi

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Rasa mie instan jika disentuh oleh General Manager Garuda Indonesia Lampung Gatot benar-benar jadi luar biasa. Rasanya begitu menggoda. Bahkan bikin ketagihan. Pria asli Surabaya ini menjelaskan dengan detil soal mie dan variannya secara fasih. Betul-betul menguasai soal permiean.

Pria yang saya sapa Cak Gatot ini punya pengalaman khusus saat di Surabaya. Kebetulan tidak sengaja lokasi tempat saya dulu kos saat magang di Jawapos ternyata tidak jauh. Di Wonocolo tepatnya. Memori sahut menyahut saat kami membicarakan Surabaya era tahun 2000 an.

Lah hubungannya apa sama mie instan? Cerita soal Surabaya itu mengalir saja di sela-sela pria kelahiran November ini memasak di dapur Warkop WAW. Warkop yang berlokasi di Jalan Turiraya, Tanjungsenang Bandarlampung ini memang saya dedikasikan untuk edukasi soal kopi. Lah ini lebih gak nyambung lagi?

Ngalor ngidul soal kopi menjadi semakin asyik saat Gatot dan rekan rekan dari Garuda makin banyak yang datang ke Warkop ini. Semua cerita kopi. Pengalaman bertugas di berbagai daerah menjadi hal asyik. Lah kopi tidak hanya jadi komoditas tapi juga sebagai wahana untuk berembuk dan berkumpul tapi tampa batas. Semua bicara soal pengalaman.

Sambil tertawa terbahak-bahak kami benar benar lepas bicara soal kopi. Apalagi saat Pak Josep dan Pak Bayu yang kami sebut sebagai Senior angkat bicara. ’Senior itu memang begitu selalu menang pengalaman,” ungkap Bayu sembari tertawa.

Iwan yang datang terakhir karena begitu asiknya bicara kopi akhirnya belajar menggrinder manual juga. ”asik kalo bisa menggiling biji kopi secara manual,” terangnya. Cak Gatot menyeletuk itu bisa jadi objek wisata tersendiri. Lalu kami tertawa. Ternyata objek wisata itu bisa dibuat di Warkop WAW. Tentu tak sesimpel itu. Tapi itulah lontaran ide sederhana tapi penuh makna saat kami tanpa sengaja bicara pariwisata. Tak terasa memang pertemuan itu sampai pukul 10 malam. Kopi dan mie instan benar-benar jadi pemersatu. (ismail komar)

error: Content is protected !!