. . .

Meski MUI Fatwakan Haram, Imunisasi Campak dan MR Terus Berjalan

image_print

dr.Jimmy : Program Imunisasinya Terus Berjalan, Sebab Kami Hanya Pelaksana

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan terus akan melakukan Imunisasi Campak dan Measeles Rumbella (MR), meskipun Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa di Vaksi tersebut mengandung vaksi haram.

“Ya kami akan terus melakukan imunisasi tersebut. Sebab, imunisasi Campak MR ini, merupakan program pemerintah pusat dan secara nasional sedang dilaksanakan,” kata dr.Jimmy Bagas Hutapea, saat dihubungi translampung.com, Kamis (2/8).

Selaku pihak pelaksana program, kegiatan imunisasi campak MR, lanjut Jimmy pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung apakah diberhenti atau tidaknya.

“Yang jelas kami (Dinkes lamsel-red), terus berkoordinasi. Terlepas diberhentikan atau tidaknya pemberian vaksin imunisasi campak MR kami tidak memiliki kewenangan. Untuk sekarang, program tersebut terus berjalan,” kata Jimmy yang mengaku sedang memonitoring kegiatan Imunisasi di Puskesmas Kecamatan Natar dan Jati Agung.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Selatan, Hamid Fadil ketika dihubungi mengaku belum mendapat informasi dari MUI pusat atas fatwa Vaksi Imunisasi Campak MR dinyatakan haram.

“Saya belum tau kalau ada informasi seperti itu, karena MUI pusat belum memberikan fatwa tentang penyataan yang menyatakan itu haram. Yang jelas, dalam waktu dekat ini, kami bersama pengurus MUI disini akan mengadakan rapat menyikapi persoalan tersebut,” kata dia.

Hal senada dikatakan, Supli Sanadi Plh Kemenag Lamsel mengenai fatwa MUI itu pihaknya tidak memiliki kewenangan.

“Sebab, itu ranahnya MUI. Ya kami, hanya sebatas memgetahui dan mengikuti saja. Kalau kata mereka distop ya sudah, kami ikut,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun, program Imunisasi Campak MR dari pemerintah pusat tersebut secara serentak digelar pada bulan 1 Agustus-September 2018. (Jhn)