Meski Diduga Langgar Perda, Izin TMII Tetap Diproses

0
433
views
Lokasi TMII yang dikawasan Sungai Way Bunut yang diduga langgar Perda

 

Translampung.com , METRO – Pembangunan Taman Metro Indonesia Indah (TMII) di Kelurahan Banjarsari Metro Utara diduga langgar Peraturan Daerah (Perda) Kota Metro nomor 1 tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang dan Rencana Wilayah,  disebutkan dalam  pasal 28 (1) Rencana pola ruang wilayah Kota Metro meliputi rencana pola ruang kawasan lindung, rencana pola ruang kawasan budidaya, jadi perlu difahami yang dimaksud dengan ruang kawasan lindung dan budidaya  lalu Pasal 29(1) Kawasan perlindungan setempat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2)yang meliputi sempadan sungai, kawasan sekitar Dam dan saluran irigasi dan dalam ayat (2) Sempadan sungai sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan di Sungai Way Raman,  Sungai Way Bunut, Sungai Way Batanghari, dan Sungai Way Sekampung, yang selanjutnya disebutkan tentang garis sempadan sungai berjarak 30 meter, namun perizinan tetap diproses dan telahmendapatkan rekomendasi oleh BKPRD Kota Metro sementara TMII berada di kawasan Sungai Way Bunut.

Sekretaris Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu, Syachri Ramadhan, S.Sos., MM. mengatakan bahwa  saat ini telah mendapat salinan berkas dari Badan Kordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) tentang adanya rekomendasi dengan beberapa item yang harus dilengkapi oleh pemohon dari TMII tersebut, ujarnya.

Yerri Noor Kartiko Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro mengatakan bahwa iapun telah menerima rekomendasi dari BKPRD, dan pihak TMII telah mengajukan berkas UKL-UPL namun dikatakannya ada masalah baku mutu air itu memerlukan hasil penelitian dari Bandar Lampung yang akan mengeluarkan izinnya dan kamipun sudah meneruskan berkas tersebut ke Bandar Lampung dan tinggal menunggu hasilnya, kata Yerri.

Kabid Cipta Karya Dinas PU dan Tata Ruang Kota Metro, Robby K Saputra ketika dikonfirmasi terkait adanya dugaan pelanggaran terhadap Perda tentang Tata Ruang dirinya mengatakan dalam waktu dekat akan berkoordinasi pada dinas-dinas yang terkait, untuk turun kelokasi agar mengetahui yang sebenarnya, kata Robby.(Lik)