. . .

MenPAN-RB: Bukan Kekurangan Tapi Penumpukan Guru

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur menganggap wajar dengan adanya desakan kepada pemerintah untuk menyelesaikan masalah kekurangan guru PNS di daerah.

Menurut Asman, selama ini daerah mengeluhkan sekolah kekurangan guru meski faktanya rationya sudah cukup bagus.

“Ratio guru di Indonesia 1:16 sudah bagus. Ini bukan kata saya tapi menurut World Bank. Jadi masalahnya bukan kekurangan guru tapi penumpukan guru,” ujar Menteri Asman, Senin (16/7).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku fokus untuk menyelesaikan permasalahan guru. Menurutnya, setiap ke daerah yang ditanyakan, gurunya cukup atau tidak.

Dia melihat ada daerah yang gurunya menumpuk. Sedangkan daerah lain malah kurang.

Begitu juga saat Kemendikbud minta guru garis depan (GGD) 5.000 orang, Asman mengungkapkan langsung setuju. Bahkan GGD dikontrak 5 tahun agar tidak pindah.

“Jadi saya ini menteri yang concern dengan guru termasuk guru honorer ini. Saya akan usahakan tahun ini masalah guru honorer K2 mulai diselesaikan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, total honorer K2 adalah 438.590 orang. Honorer K2 yang profesi guru hanya 157.210 orang dan 86 dosen. Dari jumlah guru itu hanya 60 ribu yang memenuhi kriteria. Sedangkan dosen tidak satupun memenuhi persyaratan diangkat PNS.(esy/jpnn/jpg)