. . .

Mengaku Polisi, Bawa Pistol Mainan, dan Coba Merampok Uang Koperasi, Purnomo Dibekuk di Kalianda

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, LAMBAR – Terhenti sudah pelarian Purnomo Sidiq (32). Warga Pekon Way Empulau Ulu, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat itu, terpaksa dibekuk petugas lantaran berusaha melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) di Koperasi Subur Makmur di Pekon Gunungsugih, Kecamatan Balikbukit, pada Senin (19/8) lalu.

Kasatreskrim Polres Lampung Barat AKP Made Silpa Yudiawan, S.H., S.I.K., menjelaskan, tersangka percobaan curas itu sempat kabur dan bersembunyi ke Desa Tanjungiman, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Namun berkat kegigihan Tim Opsnal Satreskrim Polres Lampung Barat dibantu Tim Opsnal Satreskrim Polres Lampung Selatan, akhirnya tersangka berhasil diringkus di tempat persembunyiannya, Jumat (23/8).

“TEKAB 308 Satreskrim Polres Lampung Barat dibantu Tim Satreskrim Polres Lampung Selatan, berhasil mengungkap dan meringkus tersangka dalam kasus percobaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 jo Pasal 53 KUHPidana,” ujar Made Silpa Yudiawan, mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Doni Wahyudi, S.I.K.

Kasatreskrim mengatakan, usai berusaha beraksi di Koperasi Subur Makmur Pekon Gunungsugih namun gagal, tersangka bersembunyi di Desa Tanjungiman, Kecamatan Kalianda. Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolres Lampung Barat guna proses penyidikan lebih lanjut.

Made Silpa Yudiawan menjelaskan, percobaan curas dilakukan tersangka pada Senin(19/8) lalu di Kantor Koperasi Subur Makmur. Hari itu, sekitar pukul 12.30 WIB, tersangka yang berpakaian serba hitam, memakai helm dan masker, tiba di kantor koperasi setempat. Dia mengendarai sepeda motor Honda BeAT. Setibanya di dalam ruangan, tersangka disapa oleh seorang siswi bernama Erni Linda Ermala. Kebetulan siswi itu sedang Praktik Kerja Lapangan (PKL) di kantor koperasi tersebut.

Lantas tersangka meminta siswi itu untuk memanggilkan pegawai koperasi. Erni pun memanggil pegawai wanita yang berada di belakang, bernama Fitri Mardalena.

Selanjutnya saksi Fitri Mardalena menanyakan pada tersangka apa keperluannya. Namun tersangka yang saat itu mengaku dari kepolisian, berdalih dirinya sedang mengejar pelaku kejahatan yang masuk ke kantor koperasi itu. Lantas tersangka menyuruh para saksi masuk ke kamar dan menutup semua pintu. Kemudian tersangka mulai bertanya lokasi ruang kasir.

Merasa curiga dengan tersangka yang mengaku polisi, karyawati bernama Ratih menanyakan kartu identitas Anggota Polri. Tersangka lantas naik pitam, lalu memegang kepala Ratih dan membenturkannya ke tembok. Sedangkan saksi Fitri berusaha keluar meminta pertolongan.

Namun saksi lainnya yang juga karyawan Koperasi Subur Makmur, Hadi, menarik Fitri dan melarangnya keluar mencari pertolongan. Setelah melihat saksi Fitri berusaha meminta pertolongan, seketika tersangka ketakutan dan langsung kabur menggunakan sepeda motor Honda BeAT warna biru.

“Tersangka diperkirakan kabur ke arah Pekon Wates. Dia meninggalkan sandal dan senjata mainan menyerupai pistol. Dan akhirnya dia kami tangkap di Kalianda,” tandas kasatreskrim. (safri/ayp)

error: Content is protected !!