Mendagri Optimistis Pemilu 2019 Berjalan Lancar

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA, FIN – Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, baik pemilihan Presiden dan Wakil Presiden maupun pemilihan anggota legislatif sudah dimulai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara sudah sangat siap dalam menghadapi proses pesta demokrasi. Begitu juga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang berperan mengawasi jalannya proses demokrasi. Saat ini, proses kampanye tengah berlangsung.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengaku optimis Pemilu kali ini bisa berjalan lancar. KPU dan Bawaslu yang berpengalaman sudah menyebar pasukannya hingga ke tingkat bawah. Aparat keamanan juga berperan penting dalam menjaga keamanan selama proses demokrasi.

“KPU sangat bagus, cukup pengalaman, konsisten. Begitu detil. Mudah-mudahan neterlaitas ASN, TNI/Polri bisa terjaga. Tingkat partisipasi masyarakat (meningkat), pemilih harus mengecek. Saya optimis pemilu lancar. Secara keseluruhan KPU siap dengan berbagai tahapan,” kata Tjahjo, kemarin.

Dengan profesionalitas KPU sehingga ditargetkan partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 ini bisa mencapai angka 78 persen. Apalagi Indonesia merupakan negara yang memiliki letak geografis yang sangat luas dengan keanekaragaman adat istiadat, suku dan lainnya. Semua berperan penting dalam mensukseskan proses penyelenggaraan Pemilu.

“Target KPU mudah-mudahan 78 persen sudah sangat bagus. Ada pers, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat. Semua terlibat dalam proses konsolidasi demokrasi,” ujarnya.

Jika kembali menoleh kebelakang, proses pelaksanaan Pilkada Serentak sudah selesai 3 tahap. Secara keseluruhan, lanjut Tjahjo Pilkada telah selesai dan berjalan lancar. Walaupun diakuinya dalam proses Pilkada DKI Jakarta sempat terjadi kegaduhan, namun tidak sampai menimbulkan konflik.

Oleh sebab itu, dalam proses demokrasi yang sudah didepan mata, Tjahjo mengajak semua pihak untuk menghindari yang namanya racun demokrasi seperti politik uang, kampanye ujaran kebencian, fitnah, beraroma sara yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Secara keseluruhan pilkada selesai. Tinggal pelantikan Jawa Timur bukan Februari, Maluku dan Maluku Utara antara bulan Mei. Sementara untuk Lampung pada bulan Juni selesai Pilpres. Pelantikan tidak bisa serentak, karena jabatan kepala daerah tidak bisa dikurangi satu hari. Kecuali Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur dipercepat karena maju sebagai calon anggota DPR,” papar Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini.

Sebagai Mendagri, pihaknya memiliki tugas untuk mengawal kualitas Pemilu. Maka itu, Kemendagri setiap tiga bulan menggelar rapat rutin bersama Kesbangpol untuk melakukan pemetaan kerawanan secara detil. Apalagi, pelaksanaan Pemilu Serentak baru Indonesia yang laksanakan.

“Kami mengawal kualitas pemilu. Kami yakin KPU, Bawaslu, DKPP sangat profesional. Kami salut dengan KPU. Menetapkan detil tahapan-tahapan. Karena semua sudah pengalaman jadi komisioner KPU daerah. Kami apresiasi KPU, kami tidak pernah intervensi,” tegasnya.

Untuk mensukseskan penyelenggaran Pemilu, Tjahjo juga sudah menginstruksikan kepada pemerintah daerah untuk membantu KPUD dan Panwaslu. Para ASN nantinya diminta membantu KPU, baik dalam hal penyediaan sarana prasarana hingga sosialisasi pemilu. “Yang paling penting membantu semua wajib. Tapi netralitas ASN harus menjadi kata kuncinya. Pak Menpan sudah buat aturan rinci mengenai netralitas. (HRM/FIN)