. . .

Menang Mudah, 4 Wakil Indonesia ke Babak Kedua

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Empat wakil tim bulu tangkis Indonesia berhasil melangkah ke babak kedua nomor perorangan Asian Games 2018 Jakarta – Palembang. Keempat wakil Merah Putih itu diantranya pasangan ganda campuran Ricky Karandasuwardi/Debby Susanto, dua tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani, serta ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Menariknya, keempat wakil Merah Putih itu melangkah usai mengalahkan lawan-lawanya dengan mudah. Bahkan, dalam pertandingan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (23/8) kemarin itu, keempat wakil Indonesia itu hampir seluruhnya memberikan poin ke lawan-lawannya di bawah angka 10.

Namun, hanya pasangan ganda campuran Ricky/Debby yang memberikan poin di atas angak 10 kepada lawannya di babak pertama. Akan tetapi, saat membungkam wakil Nepal, Ratnajit Tamang/Nangsal Tamang menang dua set langsung dengan skor 21-13 dan 21-7.

Meski menang mudah atas Ratnajit/Nangsal, namun Ricky/Debby mengakui bahwa lawannya khususnya Ratnajit memberikan perlawanannya yang cukup berarti dalam pertandingan tersebut. Ia menilai, banyak kemajuan dari pasangan Nepal tersebut.

“Nepal kan bukan negara bulutangkis, tapi sekarang mereka ada kemajuan. Lawan, terutama pemain putranya, cukup bisa mengimbangi. Soal chemistry, untuk lapangan, kami sudah coba lapangan, jadi jaga chemmistry di luar lapangan saja, antara kami berdua, komunikasinya,” ungkap Ricky, Kamis (23/8).

Di babak kedua, Ricky/Debby akan menghadapi pemenangan antara pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa atau Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dari Thailand. Menurutnya, kedua pasangan ini tidak ada yang bisa di remehkan dan patut diwaspadai.

“Mereka sama-sama kuat, di lapangan, segala sesuatu bisa terjadi. Jadi kami tidak bisa bilang pasti menang Thailand atau India. Kami coba step by step saja, siapa pun lawan besok, kami harus mempersiapkan yang terbaik,” pungkas Debby.

Gregoria Mariska Tunjung juga berhasil menang telak atas lawannya Wei Chi Ng. Dalam pertandingan menghadapi wakil Makau itu, Gregoria berhasil menang dua set langsung dengan skor yang cukup fantastis yakni, 21-4 dan 21-7. Bahkan, tiket babak kedua bulutangkis perorangan Asian Games 2018 direbut Gregoria hanya dalam waktu 18 menit.

Faktor penyuasian lapangan dimanfaatkan Grogoria di pertandingan ini. Mengingat, di babak selanjutnya, Gregoria akan menghadapi lawan yang cukup berat yakni, Sindhu dari India. Melihat rekor pertemuan, Gregoria belum pernah berhasil mengalahkan Shindu dari 3 pertemuannya.

“Target pribadi maunya sumbang medali. Tapi saya tak mau menjadikan ini beban, jadikan motivasi saja. Apalagi besok saya bertemu Sindhu, sudah beberapa kali saya kalah dari dia. Maunya sih buat kejutan, cuma step by step saja,” jawab Gregoria ketika ditanya soal target.

Akan tetapi, ia mengatakan, semangat juang tim putra Indonesia di laga final nomor beregu melawan China, Rabu (22/8) kemarin menjadi motivasi dirinya untuk bisa bermain lebih baik lagi.

“Pastinya saya bangga sekali sama mereka, kalahnya terhormat bukan yang jauh angkanya. Harus dicontoh juga semangatnya. Solidnya juga, mereka saling dukung satu sama lain,” ungkap pemain jebolan Mutiara Cardinal Bandung ini.

Sama halnya dengan Gregoria, di nomor tunggal putri lainnya, Indonesia juga melalui Fitriani berhasil tembus ke babak kedua. Pada laga pertama di bulutangkis perorangan Asian Games 2018, Fitri mengalahkan Thilini Pramodika Hendahewa (Sri Lanka), dengan skor meyakinkan 21-6 dan 21-4.

Di babak selanjutnya, Fitri akan mengahadapi Saina Nehwal dari India. Menurutnya, pertandingan itu dirinya ingin fokus di tiap poin. Ia juga sudah memikir cara agar bisa memberikan yang terbaik dalam pertandingan nanti.

“Saya sudah tiga kali bertemu dan kalah dari Saina, semoga besok saya bisa fokus di tiap poin. Menghadapi Saina harus benar-benar sabar, ulet, lebih nekad, lebih berani dan kuat-kuatan di lapangan. Saina sebetulnya agak kaku pergerakannya, tapi dia bisa mengembalikan bola dengan baik,” tutur Fitri.

Sebagai informasi, Fitriani memang tengah berusaha bangkit dari menurunnya performa di sejumlah turnamen terakhir. Kekalahan demi kekalahan diderita Fitri akibat faktor non teknis di lapangan. Berbagai upaya telah dilakukannya untuk mengembalikan rasa yakinnya saat berhadapan dengan lawan.

“Orang di sekitar saya kasih masukan kalau saya harus yakin dengan kemampuan saya. Mereka bilang saya pernah tampil bagus, kalau saya tidak berbakat main bulutangkis, saya tidak akan pernah bisa main bagus. Jadi, saya harusnya bisa,” jelas Fitri.

Fitri mengakui jika faktor non teknis saat ini menjadi tantangan utama baginya dalam mengembalikan penampilannya. “Kalau buat saya, yang paling susah adalah masalah non teknis, kalau teknis itu bisa dilatih. Masalah non teknis itu datangnya dari pikiran kita. jadinya kepikiran terus. Kaadang mikirnya begini begitu, padahal kalau kita mikirnya positif, mau menang-kalah yang penting mainnya keluar dulu,” beber Fitri.

Wakil keempat Indonesia yang sukses melangkah ke babak kedua dengan mudah adalah, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Pasangan muda ini berhasil ke babak selanjutnya usai Kuvituguldur Byambajav/Batdavaa Munkhbat (Mongolia), dengan skor 21-4, 21-7.

Di babak selanjutnya, Fajar/Rian akan menghadapi lawan yang lumayan berat. Dalam pertandingan itu Fajar/Rian akan menghadapi wakil Korea  Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Namun, melihat dari pertandingan sebelumnya, Fajar/Rian berhasil mengalahkan Kim/Seo dua game langsung dengan 21-16 dan 21-16 dalam Jerman Open 2018.

Untuk mensiasati cara apa yang akan dilaukan untuk bisa mengalahakn Kim/Seo, Fajar/Rian mengaku akan kembali menyaksiakan video permainan lawannya itu.

“Di pertemuan terakhir, kami menang. Nanti kami akan lihat video pertandingan mereka lagi, ada perubahan atau tidak? Yang harus diwaspadai adalah pertahanan mereka, jangan lengah kalau belum bisa mematikan, harus siap terus,” ujar Rian. (Gie/FIN)