Melihat Alat Peraga Iptek, Arsip dan Dokumentasi Daerah Lampung

0
479
views

Alat Gyro Extreme jadi Favorit Pengunjung

BELAJAR praktek ilmu matematika dan fisika tidak selalu disekolah. Di Dinas Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Daerah Lampung belajar bisa menjadi hal yang mengasyikkan.

Laporan Anggi Rhaisa, BANDARLAMPUNG

TRANSLAMPUNG.COM-Dinas Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Daerah (DPADD) Lampung punya beragam fasilitas yang bisa dimanfaatkan warga. Mulai dari Gedung Serambey Lampung hingga bioskop mini. Ratnawati dan Roslina Simanjuntak, dua petugas penerima tamu menyapa saat Radar Lampung (grup Trans Lampung) berkunjung baru baru ini.

Wartawan koran ini bermaksud melihat alat peraga dari Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Total ada 10 alat peraga diletakkan di instansi ini.

“Alat peraga iptek ini merupakan bantuan dari Kemenristek dikti membuat ilmu matematika dan fisika menjadi mudah dan asyik bersifat unik dan comfortable (nyaman) serta aman (Safety),” katanya.

Diakui Ratnawati, ada dua alat peraga favorit pengunjung. Yang pertama alat bernama Gyro Extreme. Alat ini menguji adrenalin pengunjung. Ya bagaimana tidak. Alat yang menyerupai lingkaran dengan kursi merah dan sabuk pengamanitu seolah membuat orang yang menaikinya dalam kondisi tanpa bobot. Mirip kondisi tanpa gravitasi.

“Alat ini hanya boleh dipakai pengunjung yang diatas usia 12 tahun. Dan ada dua operator yang menjalankan ini,” katanya.

Alat kedua yang juga jadi favorit adalah harpa tanpa dawai. Prinsip kerja alat ini menggunakan sensor. Alat ini meniru alat musik harpa. Hanya saja, dawai harpa diganti dengan dawai imajiner.

“Orang bisa memainkan harpa ini seperti harpa biasa. Tapi ini yang unik, harpa ini tanpa dawai. Sepenuhnya pakai sensor sinar laser yang dipasang saling berhadapan berfungsi sebagai dawai,” katanya.

Tetapi, menurut Ratna, sejumlah alat peraga lainnya tak kalah mengasyikkan. “Ada juga alat peraga yang menebak tanggal lahir. Caranya lewat menggunakan aturan bilangan biner,” kata Ratna.

Ada juga alat katrol dengan jumlah katrol yang berbeda. Pengunjung dapat membandingkan penggunaan katrol warna biru dongker. Alat ini mirip tali timba sumur. Alat ini mengajarkan prinsip gaya angkat. Semakin banyak jumlah tali semakin banyak gaya angkat yan direduksi. Sehingga akan meringankan dalam mengangkat beban.

“Alat lainnya yang tak kalah seru adalah bola listrik. Mekanismenya listrik mengalir dari potensial lebih tinggi ke potensial rendah. Cara kerjanya letakkan tangan di dibidang yang ada dibawah bola listrik. Terus aliran listrik akan mengikuti jari tangan kita,” katanya.

Menurut Ratna, keberadaan alat-alat peraga ini disukai oleh para siswa yang berkunjung ke perpustakaan.

“Kita merasa beruntung mendapatkan alat-alat ini. Kunjungan juga jadi meningkat. Selain memang ada ruang baca anak juga ada fasilitas yang menarik lain. Anak-anak bisa menonton di ruang bioskop mini,” katanya.

Ratu Anisa, salah satu siswi Kelas VIII A SMP Al Azhar I Bandarlampung mengaku senang bisa mencoba alat-alat peraga. Alat peraga favoritnya adalah alat peraga Gyro Xtreme.

“Seru, peralatan bagus seperti ke astronot tampa grafitasi seperti pelajaran fisika,” katanya yang kala itu berkunjung bersama rombongan siswaSMP Al Azhar I Bandarlampung. (wdi)