Melanggar Aturan, Bangunan Cucian Mobil Ditutup Paksa

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Lamsel, tutup paksa pembangunan cucian mobil yang berada dipinggir jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda. Penutupan bangunan cucian mobil tersebut, dilakukan karena tidak memiliki izin dari satuan kerja terkait.

“Bangunan cucian mobil ini kita tutup karena tidak memiliki izin lengkap dan telah melanggar aturan,” tegas Kepala Bidang Pengawasan A.Herry didampingi oleh anggota Satuan Pol.PP Lamsel, Rabu (7/3/2018).

Dijelaskan Herry, penutupan bangunan cucian mobil itu karena telah melanggar aturan. Seperti bangunannya telah melanggar garis batas sungai dan melanggar garis batas badan jalan.

“Untuk garis batas sungai harus melewati 10 cm dan garis batas badan jalan itu 25cm. Nah, bangunan cucian mobil ini begitu dekat dengan bibir sungai dan batas badan jalan,” jelasnya.

Karena telah melanggar aturan dan tidak memiliki izin lengkap, ditambahkan dia terpaksa kami tutup.

“Lihat saja bangunannya sudah melanggar, juga tidak ada izin,” ujar dia.

Sementara itu, Mamat Romat pemilik bangunan cucian mobil tersebut, mengakui jika tidak ada izin dan telah melanggar aturan dari Pemkab Lamsel.

“Ia betul mas, soal izin memang belum saya urus. Maksud saya, nanti setelah bangunan cucian itu selesai dibangun baru akan saya urusin semua,” kata dia.

Dikatakan Mamat, bahwa dirinya hanya statusnya penyewa lahan. Sedangkan yang pemilik lahan adalah pak Sriayadi salah satu ASN di Pemkab Lamsel.

“Saya ini hanya sebatas menyewa lahan yang selama 8 tahun, dengan luas  lahan 20×30 meter untuk cucian mobil. Nanti kalau pihak Pemkab Lamsel minta membuat izin, saya harus koordinasikan dulu sama yang punya lahan,” kilah dia.

Mendengar pernyataan itu, Tim penertiban Pemkab Lamsel tetap bersikeras menutup bangunan tersebut, dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan “DI TUTUP SEMENTARA TIDAK BERIZIN”. (Johan)

News Reporter