Masyarakat tak Boleh Minta Surat Rujukan Tanpa Membawa Pasien ke Puskesmas

0
2635
views
KALIANDA – Masyarakat di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan tidak diperbolehkan meminta surat rujukan untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) Bob Bazzar Kalianda tanpa membawa pasien berobat lebih dahulu ke puskesmas setempat.
“Masyarakat juga harus mengerti dan paham yang menentukan pasien dapat dirujuk ke RSUD adalah pihak puskesmas,” Kepala Puskesmas Kalianda Djohardi, ketika menjelaskan adanya pengaduan warga Kalianda Bawah, Kecamatan Kalianda kepada sejumlah wartawan, soal pasien pemilik Kartu Indonesia Sehat (KIS) ditolak pihak puskesmas Kalianda ketika meminta surat rujukan untuk keluarganya,Selasa (19/4).
Menurut Djohardi, penanganan terhadap pasien sebagai peserta KIS terdapat 144 jenis penyakit oleh puskesmas. Jika, kondisi pasien darurat. Tanpa, melalui surat rujukan dari puskesmas pun bisa langsung masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Bob Bazzar Kalianda. Karena, administrasi dapat menyusul.
“Tapi, kalau sakitnya tidak begitu parah bisa langsung ditangani oleh pihak puskesmas. Apabila, tidak sembuh juga. Kami bisa melakukan rujukan ke RSUD Bob Bazzar Kalianda,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Seksi Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dinas Kesehatan Lampung Selatan Dedi Kurniadi, mengatakan puskesmas tidak boleh menolak pasien yang meminta rujukan ke RSUD Bob Bazzar Kalianda. Kendati demikian, mekanisme pun harus dipahami oleh keluarga pasien. Jika, pasien tidak dibawa berobat lebih dahulu tentu pihak puskesmas tidak bisa menentukan apa hasil diagnosa dan pemeriksaan pasien.
“Jadi, masyarakat terutama keluarga pasien juga harus bisa memahami aturan yang ada di puskesmas. Maka, warga tidak bisa serta merta minta surat rujukan tanpa membawa pasien lebih dahulu berobat kepuskesmas. Apalagi, yang menentukan pasien tersebut dirujuk ke RSUD adalah pihak medis yang ada di puskesmas. Karena, puskesmas pun bisa melakukan penanganan terhadap pasien yang sakit,”katanya.
Dilain pihak, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Jimmy Baggas Hutapea, mengatakan apabila ada konflin dari keluarga pasien mengenai pelayanan kesehatan dapat melayangkan surat secara resmi   (Tertulis,red). Nanti, berdasarkan surat tersebut, pihak Dinkes Lamsel akan melakukan kroscek ke puskesmas. Bahkan, kita bisa membentuk tim investigasi untuk menindaklanjuti persoalan pelayanan kesehatan.
”Saya bukan melindungi pihak puskesmas. Tapi, kami ingin tahu yang sebenarnya dari keluarga pasien melalui surat resmi. Karena, dasar surat resmi itulah yang akan kami tindaklanjuti untuk mencari kebenaranya,” pungkasnya.(Jhn)

LEAVE A REPLY