. . .

Masyarakat Minta Ketegasan Pihak Pemkab Terkait Dugaan Penggelapan DD Tahun 2017

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN -Terkait dugaan penggelapan Dana Desa (DD) tahun 2007 yang dilakukan oleh Kepala Desa Tanjung Kerta Kecamatan Waykhilau, Kabupaten Pesawaran, Azhari Siha ,puluhan masyarakat Desa Tanjung Kerta melakukan unjuk rasa di depan komplek perkantoran Pemkab Pesawaran, Senin (6/8/2018) .

Menurut Kordinator lapangan (Korlap) Asfari Fatah mengatakan,dalam unjuk  rasa yang dilakukan pihaknya bersama masyarakat tersebut lantaran kurang puas atas kinerja Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam menyikapi laporan warga Desa Tanjung Kerta beberapa waktu lalu.

“Aksi yang kami lakukan ini karena tidak puas dengan kinerja Inspektorat yang terkesan lamban memproses laporan kami beberapa waktu yang lalu.Tentang adanya dugaan penggelapan Dana Desa tahun 2017 oleh kades kami Ashari Siha,” ungkap Asfari Fatah saat menyampaikan orasinya.

Asfari Fatah mejelaskan bahwa aksi yang di lakukan warga ini untuk menindak lanjuti laporan masyarakat kepihak inspektorat lataran pihak inspektorak di rasa lamaban menagani masalah ini.

“Kami sudah coba koordinasi dengan pihak camat tapi tidak ada tindak lanjutnya. Bahkan, masalah ini juga pernah coba kita bicarakan dengan yang bersangkutan (Azhari Siha), namun tidak mendapatkan jawaban yang menyenenangkan, tapi malah sebaliknya kami mendapatkan pengancaman,” ucapnya.

Sementara itu Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Sukur didampingi Kepala Inspektorat, Cabrasman saat menerima perwakilan unjuk rasa di Aula Pemkab setempat membantah, atas tudingan masyarakat yang menilai pemeriintah daerah dalam hal ini Inspektorat lambat dalam penanganan tersebut,

“Kami disini selau merspon apa yang diadukan masyarakat. Tidak pernah memperhambat,selalu kami tanggapi. Namun persoalannya semuanya itu perlu proses dan kami akui saat ini kami keterbatasan SDM. Artinya, apapun adanya aduan dari masyarakat selalu kita tanggapi namun itu harus lengkap administasinya sesuai dengan PP 12 baru bisa kita tindak lanjuti. Mudah-mudahan permasalahan ini akan kita proses dipertengahan Agustus,”tegas Sukur.

Setelah melakukan aksi di depan perkatoran pemkab pesawaran masa bergeser ke kantor DPRD Pesawaran untuk memyampaikan aspirasi kepada pihak DPRD setempat dan masa di terma oleh anggota DPRD Komisi I yang di wakili oleh H.Rudi Agus Sunandar ,H Syaipur dan Fariki.

Dengan adanya aksi tersebut  pihak komisi I  DPRD Kabupaten persawaran akan berupaya mengadakan agenda pemanggilan untuk melakukan Hering kepada pihak Inpektorat Peswaran dan pihak kepala Desa Tanjung kerta .

Diketahui dalam pernyataan sikap masyarakat  Desa Tanjung Kerta ada 13 item yang dipermasalahakan yakni dugaan penggelapan operasional perkantoran belanja modal, seperti genset, infocus dan layar tripod + meja ,penggelapan dana HUT RI (kode rekening, penggelapan dana bantuan pemberdayaan kegiatan adat dan budaya, penggelapan dana gotong royong,penggelapan dana pemberdayaan bibit ikan lele.

Adapun dugaan penggelapan dana bantuan lainya seperti pupuk dan obat-obatan untuk kelompok tani, pengurangan intensif hansip, tidak transparannya pengelolaan BUMDes, penggelapan dana pelatihan peningkatan kerja dan kapaaitas bina taruna (kode rekening), penggelapan dana langganan koran, penggelapan seragam pincak khakot dan peralatan pincak khakot. Dan penggelapan sarana ibadah, serta tidak adanya papan informasi disetiap pelaksanaan pembangunan dengan menggunakan DD.(*/ydn)