. . .

Masyarakat Keluhkan “Gepeng”, Pol-PP Siap Gelar Razia

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Banyaknya laporan masyarakat terkait gelandangan pengemis (gepeng) dan orang gila (orgil) di Kota Tapis Berseri, membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali melakukan razia dalam beberapa hari kedepan.

Penilaian beragam pun muncul dari kalangan masyarakat awam, ada yang menilai bahwa gepeng dijadikan sebagai modus dalam mencari pundi-pundi dolar, ada juga yang menilai karena hal itu terjadi karena keadaan.

Salah satunya, Putra (25), warga Wayhalim ini menilai bahwa gepeng banyak dijadikan modus bagi orang-orang yang ingin mengumpulkan pundi uang dari belas kasihan orang lain.

“Saya pernah lihat acara di salah satu TV. Ternyata banyak sekali yang memanfaatkan itu untuk meminta belas kasihan orang, bahkan anak-anak pun turut dibawa agar kesannya lebih dramatis,” kata Putra, Minggu (22/7).

Sementara itu, Fitri (23) menganggap hal tersebut tidak bisa dipukul rata. Ia pun menilai bahwa memang benar masih ada orang yang terpaksa jadi pengemis lantaran sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

“Masih banyak yang terpaksa menjadi pengemis dan gelandangan karena keadaan. Kan sekarang banyak sarjana yang nganggur karena sulit mencari pekerjaan. Itu saja bisa jadi contoh yang nyata,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Satpol PP Kota Bandarlampung, Mansi mengaku memang banyak laporan terkait hal tersebut yang dikirim ke kantornya. Maka dari itu, dalam beberapa hari kedepan pihaknya akan melakukan razia gepeng dan orgil.

“Nanti kita akan terjunkan personil untuk mengentaskan hal itu. Kalau gepeng memang kerap kali dijadikan modus. Kalau orgil ini kita razia karena sering meresahkan masyarakat. Kan suka ada yang ngamuk-ngamuk gak jelas,” pungkasnya. (jef/hkw)