. . .

Masuk Tahap II, Belum Ada Pemenang Tender

image_print

Diberlakukan Penunjukan Langsung jika Tak Ada Pemenang

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Saat ini proses pembangunan patung lumba-lumba telah memasuki lelang tahap II. Namun hingga Selasa (14/8), belum ada pemenang tender tahap II ini. Tender tahap II terpaksa dibuka, sebab belum diperoleh pemenang pada tender tahap I.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tanggamus Hendra Wijaya Mega mengakui, selama ini masa lelang pertama sudah lewat. Namun belum ada pemenang lelangnya oleh Unit Layanan Pangadaan (ULP).

“Jadi sekarang masuk masa lelang tahap II. Dan nanti kalau pun masih  tidak ada pemenangnya (pada tahap II), maka akan dilakukan penunjukan langsung oleh pemkab ke salah satu rekanan,” terang Hendra Wijaya Mega.

Ia mengaku, pembangunan harus tetap terlaksana, sebab anggarannya sudah masuk anggaran tahun ini. Maka diupayakan pembangunan bisa terlaksana dalam tahun ini juga.

“Target kami minimal pertengahan Juli sudah bisa mulai,” ungkap Hendra.

Anggaran untuk patung Lumba-lumba tersebut Rp3,6 miliar bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun ini. Patung lumba-lumba yang dibangun setinggi 13 meter. Dengan rincian, tinggi patung saja 11 meter dan dudukannya 2 meter.

Ia menambahkan, konsep pembangunan patung lumba-lumba mengadaptasi patung singa di Merlion Park, Singapura. Nantinya juga akan didesain air mancur seperti patung di Singapura. Lalu dilengkapi dengan lighting berupa lampu sorot. Dan rencananya masuk patung besar untuk skala Lampung.

“Tujuan pembangunan patung akan menambah cantik tampilan Muara Indah dari pembangunan selama ini. Dan tentunya, dapat menjadi kebanggaan masyarakat Tanggamus pada umumnya, dan juga Kotaagung,” terang Hendra lagi.

Pada tahun ini, dia melanjutkan, pemerintah akan mengembangkan sarana dan prasarana yang ada di Muara Indah. Seperti pembangunan gerbang, loket karcis masuk, dan perluasan lahan wisata dengan melakukan pembebasan lahan sekitar satu sampai tiga hektare. Tahapan pengembangan itu akan dilaksanakan oleh Dinas Pemukiman Penataan Ruang Tanggamus.

“Sekarang telah dibentuk team appraisal untuk perluasan kawasan Muara Indah dengan total dana yang dianggarkan Rp6 miliar, sudah termasuk anggaran pembangunan patung lumba-lumba,” papar Hendra.

Selain berdampak pada penambahan nilai estetika hasil pembangunan, Hendra berharap adanya Muara Indah ditargetkan menunjang sektor pariwisata. Hal itu akan berimbas pada pengembangan usaha kecil menengah (UKM) yang memproduksi oleh-oleh khas Tanggamus atau usaha kuliner yang dikonsumsi pengunjung di lokasi. Sebab sarana bangunan untuk itu sudah ada tinggal diisi.

Untuk saat ini, dia menambahkan, karcis masuk Muara Indah Rp5.000 sesuai Peraturan Daerah Nomor 42 Tahun 2017 yang mengatur tentang Retribusi. Di dalamnya untuk mandanai pihak pengelola dan uang kebersihan. (ayp/hkw)