. . .

Mario Balita Gizi Buruk Dan Perut Terbuka Harapkan Bantuan Bupati Tubaba.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Mario (2.5) tahun, seorang Balita warga Tiyuh (Desa) Daya Asri Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung,  mengalami infeksi usus hingga gizi buruk, mengharapkan uluran tangan dermawan juga Pemkab Tubaba.

Diketahui Balita tersebut adalah buah hati dari pasangan suami istri (PASUTRI) Tohap (37) dan Melnia (35), kini Mario telah dirujuk dan tampak terbaring lemah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada (16/5/2019) pukul 09:00 Wib.

Menurut penuturan Debora (38) selaku tante dari Mario, bahwa keponakannya sakit sejak bulan Desember 2018 lalu, dan telah menjalani Operasi pada bagian perut hingga dua kali.

“Awal Desember 2018, Mario mengalami sakit perut dan kembung, lalu berobat ke bidan Aceh yang terdapat di Margo Dadi, karena tidak ada perubahan lalu berobat ke klinik dr.Edi Winarso, pada saat disitu Mario sudah dehidrasi, lalu secepatnya kami rujuk ke RS Harapan Bunda di Lampung Tengah, dan masuk ruang ICU, namun tidak ada tindakan medis, dan kami kembali minta rujuk ke RS Imanuel Bandar Lampung.” Kata Debora terhadap translampung.com melalui sambungan teleponnya.

Lanjut dia, setelah masuk RS Imanuel, Mario mendapatkan tindakan Operasi hingga dua kali, dan dirawat diruang ICU.

“Setelah keluar dari ruang ICU pada RS Imanuel, Mario divonis terkena Gizi buruk, lalu dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek, dan dirawat di sana, setelah dirawat, Mario diperkenankan untuk pulang, meski keadaanya tidak memungkinkan.” Jelasnya.

Lebih jauh Debora katakan., proses pengobatan Mario sejak Desember 2018 hingga April 2019, hanya mengandalkan kartu BPJS yang dibuat orang tua Mario sejak Mario baru lahir, dengan iuran pribadi.

“pada April 2019, Mario kembali dirujuk ke RS Imanuel karena dehidrasi dan mengalami infeksi pada usus hingga perutnya bolong, apa yang dimakan semua keluar karena ususnya bolong, sehingga dari Imanuel, Mario dirujuk ke RSCM dan baru hari ini pada (16/5/2019) masuk RSCM, atas perjuangan keluarga dan bantuan dari lembaga sosial di provinsi dan Jakarta.” Tuturnya.

Kendati demikian Debora akui, hingga saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Tubaba belum pernah memberikan bantuan dengan bentuk apapun.

“Keluar kami sudah sering didatangi orang-orang yang ingin membantu agar Pemerintah daerah Tubaba bisa memberikan bantuannya, tapi semuanya tidak ada yang membuahkan hasil. Kondisi saat ini kami sangat membutuhkan bantuan, seperti kebutuhan Mario untuk Pampers, Kain Kasa dan lainnya. Kami sangat berharap Bupati Tubaba H.Umar Ahmda dapat membantu keluarga kami.”  Imbuhnya (Dirman)

 

error: Content is protected !!