. . .

Marhaen Gelar Deklarasi Serentak Dukung Paslon Ridho-Bachtiar

image_print

BANDARLAMPUNG, (TRANSLAMPUNG.COM) – Marhaen Menggugat menerbitkan maklumat mendukung pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung nomor urut 1, Muhammad Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri.

Hal tersebut dikatakan oleh juru bicara Marhaen Menggugat, Yohanes Joko Purwanto, saat melakukan Deklarasi di Tugu Adipura, Bandarlampung, Rabu (20/6) siang.

Terpantau oleh puluhan awak media, acara yang sekaligus memperingati Hari lahirnya Pancasila itu juga dihadiri oleh Yustin Ridho Ficardo.

Untuk membuktikan dukungannya itu, kata Yohanes Joko Purwanto, Marhaen Menggugat menggelar Pesta Rakyat dengan tema “Melestarikan Budaya Desa Menyelamatkan Budaya Bangsa”.
Pesta Rakyat ini sekaligus merayakan Haul Bung Karno yang akan diselenggarakan serentak di 200 Kecamatan yang tersebar di Provinsi Lampung pada 20 dan 21 Juni 2018.

Selanjutnya, Pesta Rakyat ini, masih kata Yohanes, sekaligus deklarasi Marhaen untuk mendukung Ridho-Bachtiar. Pesta Rakyat ini terdiri dari Kuda Kepang, Reog, panjat pinang, menangkap ikan dengan tangan, dan berbagai kegiatan lainnya yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Bung Karno dalam setiap pidatonya selalu menyampaikan jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah), jika diartikan lebih luas jangan melupakan Marhaen yakni orang kecil, petani, nelayan, buruh, dan rakyat miskin lainnya. Karena Negara ini dibuat agar mandiri secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian secara budaya,” ujarnya.

Melalui acara Pesta Rakyat dalam memperingati Haul Bung Karno, Marhaen Menggugat menyerukan Rakyat Lampung harus mandiri secara ekonomi terbebas dari jeratan dan dominasi konglomerat ataupun korporasi yang menyengsarakan rakyat.

Kemudian, lanjut Yohanes, berdaulat secara politik dengan memilih Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung yang terbebas dari campur tangan konglomerat dan korporasi yang menyengsarakan rakyat yakni pasangan Ridho-Bachtiar. Dan menolak Cagub-Cawagub boneka Korporasi. “Hidup Marhean, Hidup Rakyat, Hidup Ridho-Bachtiar,” pekiknya melalui pengeras suara. (red)