Maret, Pelaksanaan Lelang Mulai Berjalan

0
287
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Pemprov Lampung mengklaim proyek pembangunan bail fisik maupin non fisik, akan segera dilakukan. Hal ini merujuk kepada kebijakan Gubernur yangs udah mengukuhkan jabatan eselon III dan IV beberapa waktu lalu.

Asisten II Bidang Ekbang Adeham mengatakan, pelaksanaan proyek pembangunan di Provinsi Lampung sebenarnya saat ini sudah berjalan. Menurutnya, saat ini pihaknya sudah mengkoordinasikan terutama ke satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bidang teknis.

“Sebenarnya sudah jalan. Cuma, saat ini sedang persiapan saja. Keterlambatan ini kan tidak hanya di Lampung saja,” jelasnya.

Pj. Bupati Tulangbawang Barat ini mengatakan, pelaksanaan lelang dilakukan paling lambat pada Maret mendatang. Di mana, saat ini semua SKPD sedang mempersiapkan pengupload an data melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Lampung.

“Sedang pendataan menuju penayangan lelang. Saya kira kita termasuk cepat lho. Dbandingkan dengan beberapa provinsi lain,” ujarnya.

Mantan Kadiskominfo Provinsi Lamping ini juga menyatakan, kepada seluruh SKPD yang belum mempersiapkan program pekerjaannya, agar segera dilakukan persiapan menuju penayangan.

“Karena kita mengejar waktu satu tahun pelaksanaan ini. Intinya, kita berupaya, semua bisa ramping di akhir tahun dengan hasil yang optimal,” kata dia.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Lampung Yose Rizal mengatakan, seyogianya pelaksanaan pelelangan ini dilakukan secepatnya. Dengan mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang ada.

“Seharusnya memang sudah dilakukan. Tapi kita maklumi sebab ada nomenklatur pada pengorganisasian,” kata dia.

Dia menekankan kepada eksekutiv, agar pekerjaan fisik maupun non fisik harus dilakukan evaluasi-evaluasi secara komprehensif. Hal ini dilakukan agar kesalahan pekerjaan tidak melulu di sektor yang sama.

“Misal, dalam pembangunan jalan. Dirincikan, jika yang bermasalah adalah dari pihak ketiganya, tentunya ada pembintangan terhadap perusahaan konstruksi tersebut. Dalam hal lain juga misalnya pembangunan yang tidak sesuai spek. Artinya kan kontrol intern nya juga harus lebih dimaksimalkan di sini,” ujarnya.(tnn)