. . .

Maraknya Reklame yang Langgar dan Tak Berizin di Kota Bandarlampung

image_print
Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) membuat tim terpadu penertiban
TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Kepala Disperkim Bandarlampung, Yustam Effendi mengatakan, tim terpadu penertiban, yang terdiri dari Disperkim, DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu), BPPRD (Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah) dan Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) memantau pemasangan reklame yang ada di Kota Tapis Berseri.
“Nanti setelah di cek, kalau ada yang melanggar atau tak berizin, akan kita tebang, karena penertiban reklame ini salah satu atensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),”ungkap Yustam, kemarin (5/11).
Namun, Yustam mengakui tidak memiliki data valid mengenai jumlah reklame yang ada di Bandarlampung. Atas. Dasar tersebut, puluhan advertising akan dipanggil untuk menjelaskan dimana saja titik lokasi pemasangan reklame. Pemanggilan tersebut dimulai pada hari Jumat (9/11).
“Hari ini (kemarin,red) sudah kami kirim surat panggilannya. Yang pertama dari Advertising Devis, nanti advertising lain seperti Artamoro, Dinamis, Pelangi dan seluruh Advertising yang ada di Bandarlampung,”ucapnya.
Sementara, sekretaris Disperkim, Khairul Akmal menambahkan, pemanggilan terhadap advertising, salah satunya juga meminta kepada pemilik advertising untuk memberikan label kepemilikan.
“Misalnya begini, reklame yang dipasang, harus mencantumkan nama pemilik perusahaan dan nomor kontaknya. Jadi, supaya masyarakat juga tahu kalau reklame yang dipasang itu dimiliki oleh advertising Devis, Dinamis atau yang lainnya,”katanya.
Ketua Tim Penertiban Terpadu Reklame, Dekrison menjelaskan, penertiban reklame tersebut, selain mendapat atensi dari KPK, juga sebagai upaya memperbaiki keindahan.
“Banyak keuntungan yang didapat dari penertiban ini, diantaranya suoaya tidak ada kebocoran dan menambah pemasukan PAD, serta memperindah Kota Bandarlampung. Ini yang menjadi dasar kami membuat tim penertiban terpadu reklame,”pungkasnya. (jef)