Mantap Puskes Diguyur Rp11,26 Miliar

0
581
views

TRANSLAMPUNG.COM, Bandarlampung – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Bandarlampung wajib memberikan pelayanan terbaik. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) mengguyur Rp11,26 miliar dari kocek Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Anggaran besar itu dibagi-bagi untuk 30 puskesmas.

Karenanya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota mewanti-wanti agar jangan sampai pelayanan puskesmas menjadi tak maksimal.

’’Laporkan jika ada pelayanan yang buruk. Sebab, anggaran untuk meningkatkan pelayanan Puskesmas tidaklah kecil. Jadi memang sudah menjadi kewajiban puskesmas memberikan pelayanan terbaik,” ujar Kepala Dinkes Bandarlampung Edwin Rusli.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu ragu mengecek kondisi kesehatan ke Puskesmas. Itu karena biaya kesehatan sudah ditanggung pemerintah. Petugas Puskesmas pun wajib turun ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi kesehatan masyarakat.

’’Jadi kita imbau semua tenaga kesehatan di puskesmas harus rajin turun ke masyarakat.
Karena memang anggaran operasionalnya tersedia. Kita wajib mencontoh sikap pak wali yang juga rajin melihat kondisi dan keluhan warga,” pesannya kepada petugas puskesmas.
Dia menegaskan, tidak ada alasan Puskesmas meminta biaya berobat kepada masyarakat, meski itu petugas yang mendatangi langsung warga.

’’Ongkos operasional, biaya obat-obatan, dan lain-lain gratis. Masyarakat hanya wajib menunjukkan identitas diri saja. Seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kartu identitas lainnya,” tambah dia.

Selain puskesmas, program lain yang jadi sorotan adalah fasilitas ambulans gratis. Program ini dirasakan sangat membantu warga Kota Tapis Berseri yang membutuhkan.

Hal itu terlihat dari tingginya jumlah warga yang telah menikmati fasilitas ini. Berdasarkan data yang dihimpun Radar Lampung, pada Januari 2017 saja, program ambulans gratis ini telah melayani 321 warga. Artinya dalam sehari rata-rata lebih dari 10 orang yang menggunakan fasilitas ambulans gratis ini.

Dari jumlah itu, permintaan terbanyak merupakan layanan penjemputan pasien sakit, yakni sebanyak 217 orang. Kemudian untuk mengantar jenazah sebanyak 74 permintaan; lakalantas (20); dan melahirkan (9).

Edwin menegaskan, program ambulans gratis ini memang ditujukan untuk membantu masyarakat. Sebab, selama ini masyarakat kerap mengeluhkan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan ketika menggunakan fasilitas ambulans.

Menurut dia, masyarakat tidak dipungut biaya saat menggunakan fasilitas tersebut. Bila ada oknum yang dengan sengaja menarik biaya, pihaknya mengimbau untuk langsung melaporkannya ke Dinas Kesehatan. Bila terbukti, sanksi tegas akan diberikan pada oknum bersangkutan. (sur/wdi)