. . .

MAMBIS Gagal, Polres Tanggamus dan Polsek Kotaagung Sebar Imbauan

image_print

PANTAU IDENTIFIKASI: Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Devi Sujana (paling kanan) saat memantau identifikasi mayat wanita anonim yang di Mortuary Room RSUD Batin Mangunang Kotaagung yang ditemukan warga di Tulung (Muara) Beliung Pekon Tebabunut, Kecamatan Kotaagung Barat, Senin (10/9). (Foto-foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Pembaca pastinya penasaran, bagaimana cara kerja aparat kepolisian mengungkap identitas seseorang atau jenazah pada kasus penemuan jasad anonim. Dalam urusan ini, biasanya Unit Indonesia Automatic Finger Print Identification System (INAFIS)-lah jagonya. Selain jasad tanpa identitas, unit ini juga bertugas mengungkap identitas pelaku kejahatan yang tak memiliki identitas.

INAFIS kerap juga disebut sebagai Tim Identifikasi Tempat Kejadian Perkara. Jika di tingkat kepolisan resor (polres), Unit INAFIS berada di bawah kendali Satuan Reserse Kriminal. Sedangkan di tingkat kepolisian daerah (polda), unit ini berada di bawah kendali Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Seperti yang terjadi pada penemuan mayat wanita anonim di Tulung (Muara) Beliung Pekon Tebabunut, Kecamatan Kotaagung Barat, Tanggamus, Senin (10/9) siang. Guna mengetahui identitas jenazah yang sudah dalam proses pembusukan, Unit INAFIS Satreskrim Polres Tanggamus menggunakan alat screening (pemindai) finger print (sidik jari) yang disebut MAMBIS (Mobile Automated Multi- Biometric Identification System).

Mekanisme kerja MAMBIS, yaitu mengidentifikasi lewat sidik jari tangan maupun retina mata. Namun khusus untuk kasus penemuan mayat yang sudah membusuk seperti yang terjadi di Tulung Beliung, pemindaian retina mata mustahil dilakukan. Sebab bagian dalam matanya sudah tidak berbentuk lagi (membusuk). Sehingga tersisa satu cara, yaitu screening sidik jari tangan.

GUNAKAN MAMBIS: Personel Unit INAFIS Satreskrim Polres Tanggamus menggunakan MAMBIS untuk mendapatkan identitas lengkap mayat wanita anonim, namun tidak berhasil akibat kondisi jari tangan mayat yang membusuk.

Harapannya, identitas mayat wanita itu bisa diketahui, setelah sidik jari tangannya dipindai menggunakan MAMBIS. Namun apa boleh buat, setelah empat kali personel Unit INAFIS Satreskrim Polres Tanggamus membolak-balik jari kedua tangan si mayat, MAMBIS tak menunjukkan tanda mengeluarkan hasil screening. Atau setidaknya membaca sidik jari korban.

“Sudah empat kali (dicek sidik jari tangannya). Dua kali tangan kanan, dua kali di kiri. Mungkin karena bagian kulit telapak jari tangan sudah terkelupas atau berubah bentuknya. Kami cek di jari yang masih agak utuh, ibu jari dan telunjuk, kanan dan kiri. Tapi MAMBIS nggak bereaksi,” ungkap salah seorang personel Unit INAFIS Satreskrim Polres Tanggamus di Mortuary Room (Ruang Jenazah) RSUD Batin Mangunang Kotaagung, Senin malam.

Terpisah Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Devi Sujana, menanggapi singkat terkait MAMBIS yang tidak bereaksi saat digunakan mengidentifikasi sidik jari mayat wanita tersebut.

“Bisa jadi karena sudah terlalu busuk dan mengelupas kulit jari tangannya. Atau bisa juga, mungkin mayat ini belum pernah perekaman biometrik KTP elektronik. Walaupun belum pernah (perekaman biometrik), tapi seharusnya MAMBIS bisa mengidentifikasi sidik jari korban berdasarkan KTP lama sebelum e-KTP,” ujar Devi Sujana singkat.

Sekedar untuk diketahui, alat MAMBIS ini dapat terintegrasi dengan sistem database e-KTP. Setiap jari diletakkan satu per satu secara bergantian di papan pemindainya. Identitas lengkap akan keluar sesuai rekam data e-KTP terbaru. Namun jika belum perekaman e-KTP, data diri lengkap seseorang bisa terlacak berdasarkan database KTP sebelumnya.

Ini menarik, baca juga: Heboh…!!!! Mayat Wanita Anonim Mengambang di Kotaagung Barat

Perekaman sidik jari ataupun retina, dengan MAMBIS, bisa diproses sangat cepat melalui akses khusus ke database Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri. Hanya perlu beberapa detik, dan whoila… data diri yang bersangkutan bisa muncul di layar. Meliputi nama lengkap, alamat, dan wajah sesuai rekaman e-KTP atau KTP sebelumnya.

Lantaran identifikasi identitas mayat wanita anonim dari Tulung Beliung Pekon Tebabunu menggunakan MAMBIS menemui jalan buntu, baik Kasatreskrim maupun Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis memberikan imbauan bagi seluruh warga Tanggamus. Terutama warga di wilayah Kotaagung dan Kotaagung Barat.

“Jika ada warga yang mengetahui atau merasa ada anggota keluarganya berjenis kelamin wanita hilang tanpa kabar beberapa hari kemarin, kami imbau untuk segera berkoordinasi ke Polsek Kotaagung. Sehingga mungkin bisa kami telusuri identitas mayat wanita anonim ini,” tandas Kapolsek Kotaagung mengakhiri imbauannya. (ayp)