Majukan Pariwisata dengan Eksplorasi Wisata Tanggamus

0
244
views

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG – Dinas Pariwisata Tanggamus kini dipimpin Supardi Syarkawi bersama Sekretaris Retno Noviana Damayanti. Diharapkan ‘duet’ itu membawa perubahan positif dalam progres optimalisasi pariwisata di Bumi Begawi Jejama. Mengoptimalkan dan mengembangkan sektor pariwisata suatu daerah, memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan baru didapuk sebagai pimpinan satker saja, Supardi dan Retno sudah dihadapkan dengan beragam pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan.

Perlahan namun pasti, Supardi dan Retno akan mengawali manuver inovasi dengan melaksanakan kegiatan eksplorasi wisata. Tujuannya untuk mengetahui situasi dan kondisi obyek wisata yang ada di Tanggamus ini. Karena, Tanggamus memang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang menyimpan obyek wisata, baik alam pegunungan maupun pesisir pantai yang asri dan indah.

Retno Noviana menjelaskan, sedikitnya ada 85 destinasi wisata yang belum tereksplorasi dengan sempurna. Tentu angka tersebut merupakan sebuah tantangan bagi Dinas Pariwisata dalam melakukan promosi. Sehingga destinasi wisata itu dapat dikenal di kalangan penikmat wisata, baik lokal maupun internasional. Dengan demikian, resultan logisnya adalah meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tanggamus dari sektor pariwisata.

Adapun 85 destinasi wisata yang belum terjamah itu, tersebar di berada di beberapa kecamatan. Mulai dari Kecamatan Ulubelu, Kotaagung, Pulaupanggung, Sumberejo, Kelumbayan, Kelumbayan Barat, Cukuhbalak, Limau, Pematangsawa, Wonosobo, dan Airnaningan. Dengan berbagai macam wisatanya, ada obyek air terjun, situs prasasti, pantai, dan masih banyak lagi yang lainnya.

“Untuk wisata petualangan memang adanya di Kecamatan Kelumbayan dan Kelumbayan Barat. Karena di sana ada Pantai Gigi Hiu, Batu Nyembur, Laguna Gayau, dan tentu ada Tour Dolphin (lumba-lumba) di Kiluan,” kata Retno, kemarin (9/2).

Selama ini, lanjut Retno, pengembangan potensi wisata terbentur pada anggaran dananya. Sehingga, untuk melakukan program kerja, dirasa cukup sulit. Karena harus mengeksplor dengan mendatangi lokasi wisata, melihat keadaan, serta apa saja yang dibutuhkan.

“Setelah itu, baru bisa promosi keluar. Selama ini promosi yang dilakukan hanya sebatas mengandalkan sosial media dan itu pun dibantu dari para pelancong lokal yang ada di Tanggamus,” jelasnya.

Ia menambahkan, program kerja pengembangan wisata pada tahun 2017 ini masih terfokus pada tiga ikon wisata yang namanya sudah familiar di telinga para traveller dan penikmat wisata. Yakni wisata air terjun Waylalaan yang terletak di Kecamatan Kotaagung Timur dengan rencana pembuatan gapura atau relief. Wisata air terjun Lembah Pelangi, Kecamatan Ulubelu dan Teluk Kiluan di Kecamatan di Kelumbayan.

Khusus untuk Teluk Kiluan, lanjut mantan Kabag Ekobang Setda Tanggamus itu, pemkab mendapatkan bantuan hibah lahan dari warga setempat. Lahan itu diminta warga untuk dibuat menjadi titik berkumpul antara pengunjung dengan warga di sana. Lalu juga dibuat kios untuk menjajakan pernak-pernik khas Kelumbayan, seperti kerajinan tangan buatan warga setempat.

“Dan kami sangat mengapresiasi pemberian lahan dari warga ini. Tahun ini, kami akan rancang set plan-nya dulu. Ya intinya, kunci pengembangan pariwisata di Tanggamus ini, juga sangat ditentukan oleh partisipasi dan kepedulian masyarakat sendiri. Jika mereka mau bersama pemkab mengembangkan, ya tidak ada yang tidak mungkin. Faktor penentu lainnya adalah keamanan di tempat wisata itu sendiri, agar wisatawan yang berkunjung merasa aman dan nyaman,” tandas wanita yang pernah menjabat sebagai Dinas Pekerjaan Umum Tanggamus itu.(ayp)