Mahasiswa Rancang Sistem Pengaman Sepeda Motor

0
574
views

TRANSLAMPUNG.COM-Bandarlampung-Puluhan mahasiswa jurusan Sistem Komputer dan Teknik Komputer Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya tampak serius dan terampil saat merancang sistem pengaman sepeda motor.

Hal ini dilakukan mereka ketika mengikuti Pelatihan Elektronika yang digelar Himpunan Mahasiswa (Hima) Sistem Komputer dan Teknik Komputer (Stekom)di Laboratorium Elektronika Dasar Kampus Darmajaya, beberapa waktu lalu.

Dosen Darmajaya Dodi Yudo Styawan saat menjadi pemateri pada kegiatan tersebut mengatakan,sistem pengaman iniberfungsi meminimalisir kemungkinan terjadinya pencurian motor, sehingga pemilik lebih merasa aman saat memarkirkan kendaraannya.

“Cara kerja sistem pengaman sepeda motor ini, saat pengguna menghidupkan lampu onmotor menggunakan kunci kontak, maka sensor yang dipasang dibagian tersembunyi pada sepeda motor akan hidup. Setelah pengguna menyentuh sensor, mesin motor akan hidup. Mesin motor tidak akan hidup apabila sensor tidak disentuh,” jelasnya.

Lanjut Dodi, sistem pengaman sepeda motor dirancang menggunakan transistor sebagai sensor, relay sebagai saklar, dan dioda zener berfungsi menstabilkan tegangan.

Sementara Ketua Jurusan Sistem Komputer Zaidir Jamal mengapresiasi kegiatan yang rutin digelar Hima Stekom bekerjasama dengan Jurusan Stekom. Ia menuturkan pelatihan tersebut bertujuan untuk membekali mahasiswa baru jurusan Sistem Komputer dan Teknik Komputer Darmajaya tentang pengetahuan dasar elektro.

Diungkapnya, peserta saat ini masih menjadi mahasiswa semester awal yang baru mendapat matakuliah dasar, dan matakuliah jurusan akan diperoleh pada semester II, karena itu kegiatan ini diharapkan dapat mengenalkan sekaligus melatih keterampilan mahasiswa dalam menggunakan peralatan elektro. Setiap tahunnya, alat yang dirancang mahasiswa saat pelatihan terus berbeda mengikuti trend dan kebutuhan masyarakat.

“Sistem pengaman sepeda motor ini cukup mudah dirancang, dan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk pengerjaannya. Selain itu biaya pembuatannya juga cukup terjangkau yakni Rp20 ribu, dan bisa menjadi peluang usaha. Dimana alat ini dipasaran bisa dijual seharga Rp100 ribu,” paparnya.

Zaidir Jamal berharap kegiatan tersebut bermanfaat bagi mahasiswa untuk menambah pengetahuan, dan melatih skill dalam bidang elektronika sekaligus memotivasi mereka dalam menumbuhkan jiwa technopreneurship untuk menjadi wirausahawan berbasis teknologi.(*)