Lurah Ditarget 200 IMB, Ada Diskon 50 Persen Nih

0
396
views
BANDARLAMPUNG – Walikota Bandarlampung Herman HN menargetkan setiap kelurahan wajib menyetorkan minimal 200 berkas Izin Mendirikan Bangunan (IMB), milik warganya disetiap kelurahan masing-masing.
            Hal ini diungkapkan Herman HN dalam rapat koordinasi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Senin (4/4) lalu, bertempat di ruang Semergou, Gedung Satu Atap.
            “Iya semua Lurah wajib menyetorkan minimal 200 berkas IMB warganya, ini semua dilakukan agar warga mengetahui dan memanfaatkan program diskon 50 persen dari Pemkot Bandarlampung,” kata dia.
            Selain membantu warga, kata dia, program diskon 50 persen pembayaran retribusi IMB ini juga bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bandarlampung. “Makanya semua Lurah harus turun ke warganya, sosialisasikan diskon 50 persen pembayaran IMB ini,” ujar dia.
            Herman HN kembali menegaskan, semua Lurah harus bertanggungjawab atas program ini, selain target 200 berkas IMB, Lurah juga harus mengecek kebenaran bangunan yang berdiri di daerah masing-masing.
             “Cek benar bangunannya, karena bangunan yang dapat diskon 50 persen bangunan yang berdiri tahun 2010 kebawah. Bukan hanya bangunan rumah. Tapi juga bangunan kantor. Lurah akan ada sanksi kalau nggak capai target. Camat juga harus membantu memonitoring beritahu masyarakat tentang program ini,” imbuh dia.
            Untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan, Herman HN meminta meningkatkan kinerjanya. “Saya minta UPT Pendapatan jangan hanya mikirin kantong pribadi saja, tapi pikirkan juga kas daerah, karena PAD ini untuk pembangunan,” ucap Herman HN.
            Untuk Rumah Makan (RM) dan Restoran yang menyetor tidak sesuai dengan fakta dilapangan jangan diterima. “Saya minta tegas, kalau setorannya nggak sesuai jangan diterima, bila perlu tutup saja usahanya kalau nggak mau ikut aturan. Contohnya Restoran Begadang, kalau masih setor dibawah ketentuan dan nggak sesuai dengan fakta dilapangan jangan diterima, bila perlu tutup saja. Saya nggak main-main kalau soal PAD, karena PAD ini untuk membiayai pembangunan, jadi semua harus peduli,” tegas Herman HN. (jef)